Pemkot Jayapura perkuat kolaborasi percepatan penurunan angka stunting
Pemkot Jayapura perkuat kolaborasi percepatan penurunan angka stunting
Jumat, 7 Agustus 2026 15:41 WIB
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari. ANTARA/HO-Humas Pemkot Jayapura
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota Jayapura, Papua melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Asisten III Sekretariat Daerah Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari di Jayapura, Jumat, mengatakan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada partisipasi seluruh pihak terutama dalam meningkatkan kehadiran bayi dan balita di posyandu.
"Cakupan kunjungan bayi dan balita ke posyandu di Kota Jayapura saat ini masih sekitar 25 persen dari total sasaran sehingga menjadi tantangan bersama yang harus segera diatasi," katanya.
Menurut Sri, hal tersebut merupakan tugas bersama untuk bagaimana menghadirkan bayi dan balita ke posyandu, di mana dari data yang ada jumlah balita stunting di Kota Jayapura mencapai 837 anak dari lebih dari 6.600 bayi.
"Jika seluruh bayi dan balita rutin datang ke posyandu maka kondisi gizi mereka dapat dipantau lebih dini dan penanganannya bisa dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Dia menjelaskan angka 837 kasus tersebut merupakan data balita yang telah terpantau di fasilitas kesehatan, sementara itu masih terdapat kekhawatiran bahwa balita yang tidak pernah datang ke posyandu justru berpotensi memiliki risiko stunting.
"Karena itu pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari BUMN, BUMD, organisasi perangkat daerah, dunia usaha, hingga lembaga keagamaan untuk bersama-sama mengambil peran dalam pencegahan stunting," katanya lagi.
Dia menambahkan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting pemerintah kota jayapura masih berada pada kisaran 20 anak dari setiap 100 balita.
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026