gop-crypto.vip

Pemkot Cimahi targetkan Puskesmas Melong rampung akhir Desember - ANTARA News Jawa Barat

Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, menargetkan pembangunan ulang Puskesmas Melong Tengah, Kelurahan Melong, rampung pada 31 Desember 2026 untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap mengganggu pelayanan kesehatan.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana dalam keterangan di Cimahi, Jumat, mengatakan pembangunan gedung baru tersebut dilakukan karena lokasi Puskesmas Melong Tengah yang lama berulang kali terdampak genangan saat musim hujan.

"Puskesmas ini kalau musim hujan selalu terjadi banjir, oleh sebab itu tahun ini mulai kita bangun," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas tenaga kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Gedung baru Puskesmas Melong Tengah dirancang dua lantai dengan luas sekitar 265 meter persegi dan dibangun sesuai regulasi terbaru serta konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis lima klaster.

Ngatiyana mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan tersebut nantinya tetap menyediakan layanan persalinan selama 24 jam sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara berkelanjutan.

"Pelayanan khususnya persalinan bisa satu kali 24 jam. Jadi melayani masyarakat sampai 24 jam," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati mengatakan keselamatan pasien menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan gedung baru karena lokasi puskesmas sebelumnya selalu terdampak banjir ketika musim hujan.

"Yang utama adalah keselamatan pasien. Puskesmas Melong ini posisinya selalu kebanjiran jika musim hujan datang," katanya.

Pembangunan gedung baru tersebut dikerjakan selama 143 hari kalender dan ditargetkan selesai paling lambat 31 Desember 2026.

Selama proses pembangunan, Pemkot Cimahi tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dari lokasi sementara di kawasan Kompleks Pharmindo.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.