Pemkot Cimahi Gelar Pelatihan Video Editing Gratis Demi Cetak Cuan Kreatif - ANTARA News Jawa Barat
Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, menyiapkan talenta digital melalui pelatihan video editing untuk membuka peluang ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam memproduksi konten kreatif.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana dalam keterangan di Cimahi, Selasa, mengatakan kemampuan mengolah video semakin penting seiring karena dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri kreatif, pekerjaan lepas, pembuatan konten hingga pengembangan usaha mandiri.
“Video adalah informasi. Video adalah cerita. Video adalah brand. Dan, kalau dikelola dengan baik, video juga bisa menjadi sumber penghasilan,” ujarnya.
Pelatihan selama 10 hari tersebut diikuti 30 peserta yang terpilih melalui proses seleksi dari sekitar 100 pendaftar, sehingga diharapkan menjadi salah satu cara memperluas keterampilan digital masyarakat.
Ngatiyana mengatakan keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kemampuan teknis mengedit video, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi maupun mendukung promosi potensi daerah.
“Mudah-mudahan selama 10 hari ini ilmunya bisa terserap dengan baik dan dikembangkan menjadi konten-konten atau bidang teknologi, khususnya video editing,” katanya.
Ia meminta peserta memanfaatkan kemampuan tersebut untuk mengangkat berbagai potensi Kota Cimahi, mulai dari kuliner, industri kreatif, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga kebudayaan melalui konten digital yang kreatif.
“Selesai pelatihan, jadilah duta digital Kota Cimahi. Kita punya kuliner, industri kreatif, UMKM, dan budaya. Ceritakan semuanya dalam bentuk video yang kreatif,” ujarnya.
Pengembangan talenta digital tersebut dinilai strategis mengingat Cimahi memiliki basis sumber daya manusia yang cukup besar, dengan sekitar 67,3 persen atau 390,27 ribu penduduk Kota Cimahi berada pada kelompok usia produktif berdasarkan data 2024.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Cimahi Maria Fitriana mengatakan potensi penduduk usia produktif menjadi modal pengembangan ekonomi kreatif, yang telah dibangun sejak 2009 melalui penguatan sistem inovasi daerah dan didukung Baros Information Technology and Creative (BITC) yang diresmikan pada 2012.
Ekosistem tersebut kini mencakup empat subsektor unggulan, yakni makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil, serta animasi dan media kreatif, dengan sekitar 20 hingga 30 studio kreatif aktif yang menghasilkan ribuan karya animasi dan konten digital.
Sementara itu, Komisi VII DPR RI juga sebelumnya menyoroti pengembangan industri animasi Cimahi dengan mendorong penyempurnaan regulasi dan perluasan akses pembiayaan, sementara nilai industri animasi nasional tercatat meningkat dari sekitar Rp240 miliar pada 2015 menjadi Rp800 miliar pada 2025.
Kondisi tersebut menunjukkan penguatan keterampilan produksi konten di tingkat masyarakat dapat menjadi bagian dari rantai pengembangan ekonomi kreatif Cimahi, mulai dari penciptaan karya, promosi produk hingga perluasan akses pasar digital.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Cimahi siapkan talenta digital untuk tangkap peluang ekraf
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.