gop-crypto.vip

Pemkot Bengkulu: Muatan lokal jadi upaya lestarikan bahasa daerah - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyebut dengan penerapan mata pelajaran muatan lokal menjadi salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan bahasa daerah, seperti Bengkulu, Serawai, Rejang, dan lainnya, guna menumbuhkan rasa cinta anak terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa khas di Provinsi Bengkulu.

"Pemkot Bengkulu berupaya untuk melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Bengkulu, yang digunakan oleh masyarakat Kota Bengkulu dengan dialek Lembak dan lainnya, dan ini yang harus ditumbuhkan kepada anak-anak agar tidak hilang," kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bengkulu Alex Periansyah di Bengkulu, Kamis.

Baca juga: KPK dalami proyek yang dikerjakan PT CMC di Bengkulu

Ia menyebut penerapan mata pelajaran muatan lokal telah dijalankan di sejumlah sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut.

Untuk itu Pemkot Bengkulu menargetkan penerapan muatan lokal bahasa daerah dapat diterapkan di seluruh satuan pendidikan di wilayah tersebut, khususnya pada tahun ajaran baru 2026 hingga 2027.

Sebelumnya, Badan Pengembangan dan Pembina Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melibatkan komunitas dan para penggiat sastra sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah.

Untuk itu pemerintah memberikan dukungan pembinaan kepada komunitas yang aktif dalam melestarikan bahasa daerah dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi terus diperkuat untuk memperkaya bahan bacaan bermutu.

‎"Yang kita upayakan juga adalah meningkatkan peran para pegiat dan pelestari bahasa daerah. Komunitas pegiat dan pelestari kita berikan pembinaan untuk meningkatkan peran serta mereka," sebut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafidz Muksin.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.