gop-crypto.vip

Pemkot Bengkulu imbau warga tingkatkan kewaspadaan penyakit - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dapat menimbulkan penyakit.

Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan ataupun gejala kesehatan lainnya.

"Kami ingin memastikan masyarakat selalu waspada dan tetap menjaga kesehatan dengan baik. Mengingat kondisi geografis Bengkulu, kemungkinan sebaran abu vulkanik tetap perlu diantisipasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Rabu.

Baca juga: Pemkot Bengkulu aktifkan SP4N-Lapor pastikan aduan warga direspon

Secara geografis, Bengkulu masih memungkinkan terdampak sebaran abu vulkanik apabila kondisi angin membawa material debu ke wilayah Sumatera.

Ia menyebut paparan debu vulkanik dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari batuk, pilek, sesak napas, mata perih, hingga iritasi kulit.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian khusus bagi kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita asma, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dan penyakit paru lainnya.

Oleh karena itu, Nelly meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker, serta kacamata pelindung, mengenakan pakaian lengan panjang dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara mulai dipenuhi abu.

"Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan sumber air dan makanan. Air yang terkena abu vulkanik tidak boleh langsung digunakan untuk minum atau memasak sebelum melalui proses penyaringan dan dimasak hingga matang. Sayuran dan buah-buahan yang berasal dari area terbuka juga perlu dicuci bersih sebelum dikonsumsi," kata dia.

Untuk pemilik ternak, pakan dan air minum hewan dianjurkan ditempatkan di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi abu.

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan licin.

Ia mengharapkan masyarakat tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan terkait perkembangan kondisi terkait aktivitas gunung api maupun potensi sebaran abu.

Warga hendaknya merujuk pada informasi resmi dari PVMBG, BMKG, dan BPBD.

"Lindungi saluran napas dengan masker, lindungi sumber air, dan tetap tenang. Jika mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu, segera hubungi atau datangi puskesmas terdekat," ujar dia.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.