gop-crypto.vip

Pemkab Temanggung alokasikan Rp620 juta rehab Stadion Bhumi Phala

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp620 juta untuk rehab Stadion Bhumi Phala setelah hampir satu dekade tidak mendapat perbaikan secara menyeluruh.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono di Temanggung, Kamis, mengatakan terakhir kali Stadion Bhumi Phala mendapat pekerjaan serupa pada 2017.

Ia menuturkan, anggaran yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai Rp800 juta. Namun, setelah melalui proses lelang, penyedia yang ditetapkan sebagai pemenang menawarkan pekerjaan dengan nilai sekitar Rp620 juta. Angka itu lebih rendah sekitar 23 persen dari pagu anggaran.

Ia menjelaskan, penurunan nilai kontrak tidak boleh berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Pihaknya telah memastikan penyedia sanggup melaksanakan seluruh item pekerjaan sesuai kontrak dan standar yang ditetapkan.

Ia menuturkan, rehabilitasi tidak hanya berupa pengecatan. Sejumlah bagian fasilitas stadion yang mengalami kerusakan juga diperbaiki, mulai dari tembok bagian luar, pagar, hingga jogging track.

Atap dan plafon yang rusak juga menjadi bagian pekerjaan. Termasuk perbaikan talang air yang selama ini mengalir langsung ke area aspal, sehingga berpotensi merusak permukaan jalan.

Selain itu, katanya, fasilitas sanitasi dan toilet di dalam kompleks stadion turut dibenahi. Pemeriksaan dilakukan terhadap fasilitas yang selama ini mengalami kerusakan atau tidak berfungsi.

“Pengecatan pagar, pengecatan jogging track, pembenahan atap, pembersihan plafon, sanitasi, WC, semuanya kita cek dan kita perbaiki,” katanya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari sejak kontrak ditandatangani pada 17 September 2026.

Ia mengatakan, meskipun nilai proyek relatif kecil, rehabilitasi Stadion Bhumi Phala mendapat perhatian khusus. Lantaran fasilitas tersebut digunakan masyarakat secara luas.

Terlebih, aktivitas masyarakat di kawasan Stadion Bhumi Phala kini semakin ramai. Setiap sore, masyarakat memanfaatkan area tersebut untuk berolahraga, termasuk jogging.

“Stadion itu milik masyarakat. Orang lalu-lalang, penggiat olahraga, pecinta olahraga, suporter, klub sepak bola, semuanya menggunakan stadion,” katanya.

Langkah itu untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan transparan dan pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu.

“Kami ingin memastikan proyek rehabilitasi stadion berlangsung transparan, aman, dengan hasil terbaik sesuai standar mutu pekerjaan di tingkat kabupaten,” tegasnya.

Selain memperbaiki fasilitas yang rusak, Pemkab Temanggung juga berencana mempercantik kawasan stadion dengan mural bertema olahraga. Dinding stadion nantinya akan dihiasi gambar berbagai aktivitas olahraga, seperti atlet berlari, memanah, hingga bermain sepak bola.

Ia berharap, setelah direhabilitasi, Stadion Bhumi Phala tidak hanya menjadi tempat olahraga, tetapi juga menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan representatif bagi masyarakat Temanggung.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.