Pemkab Sumenep dorong pengembangan ekonomi pertanian melalui festival - ANTARA News Jawa Timur
Sumenep (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong upaya pengembangan ekonomi dari hasil produk pertanian warga di wilayah itu melalui kegiatan Festival Tani 2026 dan menjadikan kegiatan itu sebagai bagian dari Kalender Event 2026.
Salah satunya seperti 'Festival Tani Ganding 2026' yang digelar di Lapangan Duwa' Labuh, Kecamatan Ganding, Sumenep, Selasa.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, festival tingkat kecamatan itu akan menjadi wadah bagi para petani untuk memasarkan hasil pertanian mereka, sekaligus sebagai media komunikasi antarkelompok tani di wilayah kecamatan setempat.
"Kecamatan Ganding ini merupakan kecamatan pertama yang menggelar festival tani kali ini, dan selanjutnya akan bergerak ke kecamatan lain secara bergantian," katanya di sela-sela acara pembukaan festival bertajuk "Dari Tani Untuk Masa Depan, Ganding Maju, Sumenep Sejahtera”.
Festival kali ini memadukan potensi pertanian, pagelaran seni budaya, pameran produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), pameran industri hasil tembakau, kegiatan keagamaan, serta wahana permainan dan hiburan masyarakat.
Menurut Wabup, Festival Tani Ganding tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga memiliki misi untuk mengangkat sektor pertanian di Kecamatan Ganding.
Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
"Selain mengangkat pertanian di Ganding, kegiatan ini juga menjadi pemicu semangat bagi kawula muda untuk tidak mengesampingkan sektor pertanian," katanya.
Festival ini, sambung dia, juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran pameran dan pelaku UMKM menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk lokal.
Secara terpisah, Camat Ganding Abdul Khalid mengatakan, Festival Tani Ganding dirancang sebagai ruang bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, pelaku UMKM, pelaku seni, dan masyarakat dilibatkan dalam rangkaian kegiatan itu.
"Festival Tani Ganding kami konsep sebagai ruang bersama untuk memperkenalkan potensi kecamatan, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat mempromosikan produk unggulan,” kata Abdul Khalid.
Sementara itu, menurut Ketua Panitia Festival Tani Ganding Helman JR, seluruh rangkaian kegiatan memang sengaja disiapkan untuk menggerakkan berbagai potensi lokal dan akan berlangsung selama 10 hari ke depan.
"Kami ingin 'Festival Tani Ganding 2026' ini menjadi ruang bersama untuk mengenalkan potensi pertanian, UMKM, dan seni budaya," ujar Helman.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya hadir menikmati rangkaian acara, tetapi juga berpartisipasi dengan membeli dan mendukung produk lokal. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membuka akses pasar bagi pelaku usaha di Ganding.
“Harapannya, masyarakat tidak hanya datang menikmati kegiatan, tetapi juga ikut berpartisipasi, membeli produk lokal, dan mendukung pelaku usaha di Ganding,” harapnya.
Sejumlah kelompok musik tradisional ikut memeriahkan pembukaan festival. Di antaranya Musik Tong Tong Raden Agung, Tari Muang Sangkal dari SDN Bataal Barat, dan pertunjukan Teater Sanggar Malar dari Pondok Pesantrean Mahasinul Akhlaq.
Pewarta: Abd Aziz
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.