gop-crypto.vip

Pemkab Sumenep cegah dini stunting melalui Gemarikan - ANTARA News Jawa Timur

Madura Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur berupaya melakukan pencegahan diri kasus stunting di wilayah itu melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Sekretaris Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep Diah Suryani Widiyati Agus menjelaskan, kegiatan ini menyasar anak-anak usia dini dengan tujuan untuk mengenalkan manfaat konsumsi ikan sekaligus membangun kebiasaan makan ikan sebagai bagian dari menu sehari-hari.

"Edukasi ini juga diarahkan untuk mendukung upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi anak," katanya seusai melakukan sosialisasi program Gemarikan di Sumenep, Sabtu.

Program yang bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Sumenep ini, menyasar sejumlah lembaga pendidikan tingkat Taman Kanak-Kanak di wilayah itu.

"Kegiatan ini juga untuk mengedukasi anak-anak kita sejak dini agar gemar memakan ikan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang kaya gizi," katanya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep, Agustiono Sulasno, mengatakan Gemarikan tidak sekadar menjadi kampanye konsumsi ikan, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar anak. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi ikan perlu ditanamkan sejak dini.

"Gemarikan ini bukan sekadar slogan, melainkan gerakan penting untuk menanamkan kebiasaan makan ikan sejak dini kepada anak-anak kita," kata Agustiono.

Ia menjelaskan, ikan memiliki kandungan protein yang tinggi serta kaya akan omega-3 yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Selain itu, ikan lokal dinilai dapat menjadi pilihan pangan bergizi yang mudah diperoleh dan relatif terjangkau masyarakat.

“Di 2026 ini, kita berfokus pada pencegahan stunting dan peningkatan gizi berbasis pangan lokal. Tidak perlu ikan yang mahal, ikan lokal pun banyak yang bergizi tinggi,” tuturnya.

Dinas Perikanan juga mendorong agar konsumsi ikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat, termasuk dengan semakin mudahnya anak-anak menemukan makanan olahan berbahan dasar ikan di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, peningkatan konsumsi ikan dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan ikan dapat mendorong pelaku usaha perikanan untuk meningkatkan produksi sekaligus membuka peluang bagi usaha kecil yang mengembangkan berbagai produk olahan berbahan ikan.

"Kalau makin banyak orang yang gemar makan ikan, tentu kebutuhan akan ikan juga ikut meningkat. Dengan begitu, para pelaku usaha perikanan semakin bersemangat dalam menjalankan usahanya dan meningkatkan produksinya," kata Agus.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan konsumsi ikan secara rutin, terutama untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai sumber protein hewani utama di rumah, minimal dua sampai tiga kali dalam seminggu,” katanya.

Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.