Pemkab Sumedang matangkan kesiapan Pilkades serentak di 93 Desa - ANTARA News Megapolitan
Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mematangkan kesiapan teknologi, regulasi, dan sumber daya manusia untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 93 desa pada 28 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumedang Widodo Heru Prasetyawan di Sumedang, Rabu, mengatakan pelaksanaan pilkades serentak tersebut akan berlangsung di 26 kecamatan dengan dukungan 424 tempat pemungutan suara (TPS).
"Kesiapan teknologi dan regulasi menjadi dua aspek penting yang harus dipastikan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pilkades serentak di Kabupaten Sumedang," katanya.
Simulasi tersebut mencakup tata cara pemungutan suara secara manual serta penggunaan aplikasi yang akan diterapkan, termasuk pengoperasian sistem dan perangkat pendukung oleh petugas di lapangan.
Widodo menambahkan tim teknis juga disiapkan untuk membantu proses persiapan dan memastikan seluruh perangkat, mulai dari notebook, laptop, hingga aplikasi pemungutan suara, berfungsi dengan baik.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meminta seluruh perangkat daerah yang bertugas sebagai liaison officer (LO) memahami wilayah tanggung jawab masing-masing, termasuk lokasi TPS dan potensi kendala teknis selama pelaksanaan.
Ia juga meminta sosialisasi dan simulasi diperluas dengan melibatkan para calon kepala desa agar masyarakat memahami mekanisme pemilihan, termasuk melalui pelaksanaan gladi bersih sebelum hari pemungutan suara.
Menurut Dony, penerapan sistem digital dalam pilkades menjadi upaya untuk meningkatkan efektivitas pemungutan suara, mempercepat penghitungan, meminimalkan potensi kesalahan, serta mengurangi penggunaan kertas.
Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap persiapan dari aspek regulasi, teknologi, dan sumber daya manusia dapat mendukung pelaksanaan pilkades yang tertib, aman, dan transparan.
Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.