gop-crypto.vip

Pemkab Solok pulihkan akses dan siapkan tenda pelayanan

Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bersama tim gabungan mempercepat pemulihan akses dan penanganan kebutuhan warga setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka dan Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Pada Rabu (23/9/2026), jembatan penghubung utama Arosuka mulai dapat dilalui dengan sistem buka-tutup, sementara pembersihan material dan penyiapan layanan publik sementara terus diupayakan.

Penanganan berlangsung seiring pencarian satu warga yang masih hilang. Berdasarkan laporan per 23 September 2026, bencana tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 173 warga mengungsi di rumah dinas bupati, rumah dinas wakil bupati, Balai Pemuda, serta lokasi pengungsian mandiri.

Untuk mendukung penanganan, Bupati Solok menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026. Tim SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD melanjutkan penyisiran di sepanjang aliran sungai, di tengah medan yang dipenuhi material banjir dan arus air.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, membawa pasir, batu, dan lumpur dari hulu Sungai Batang Laso ke permukiman serta kompleks perkantoran pemerintah kabupaten. Pendataan awal mencatat 87 rumah terdampak, terdiri atas 19 rumah rusak berat, 16 rusak sedang, dan 52 rusak ringan.

Tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalan, kawasan perkantoran, dan fasilitas umum agar akses dapat kembali digunakan. Penanganan juga dilakukan pada Sungai Batang Laso yang alirannya tersumbat material longsor. Tim BWS V Padang melakukan pengerukan dan pemompaan darurat untuk melancarkan kembali aliran air.

Upaya daerah tersebut didukung Tim Supervisi Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera melalui peninjauan lapangan pada 23 September 2026. Tim memetakan kebutuhan mendesak, termasuk tiga mesin pemecah batu dan dua unit lampu penerangan atau light tower, untuk mendukung kelanjutan pembersihan material.

Selain membuka akses, pemulihan diarahkan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan masyarakat. Sepuluh kantor pemerintahan terdampak, termasuk kantor Dinas PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) yang mengalami kerusakan berat. BNPB pusat berencana menyiapkan 12 tenda peleton sebagai tempat pelayanan sementara bagi perangkat daerah yang kantornya belum dapat digunakan.

“Memprioritaskan pendirian 12 unit tenda peleton sebagai posko layanan publik mobile bagi OPD yang gedung kantornya mengalami Rusak Berat (seperti Dinas PUPR dan DPMN) agar administrasi pemulihan tidak terhenti,” tulis Ketua Tim Monev Khusus Kombes Pol Dennie Andreas Dharmawan dalam laporannya..

Sementara penyiapan layanan sementara dilakukan, kebutuhan dasar pengungsi tetap menjadi perhatian. UPT BNPB di Kota Padang telah mengerahkan bantuan awal berupa sembako, selimut, dan air mineral. Pemenuhan kebutuhan lanjutan, termasuk matras dan kelengkapan evakuasi, didorong agar warga memperoleh dukungan selama masa tanggap darurat.

Penanganan darurat juga diikuti pendataan untuk mempersiapkan rehabilitasi berikutnya. Tim Koordinator Wilayah Sumatera Barat Posko Nasional Satgas PRR bersama Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Sumatera Barat akan memvalidasi tingkat kerusakan rumah serta lahan pertanian. Data tersebut menjadi dasar pengusulan pemulihan agar bantuan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.