Pemkab Rejang Lebong usulkan revitalisasi 21 Puskesmas ke Kemenkes - ANTARA News Bengkulu
Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyiapkan usulan revitalisasi 21 Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Program ini merupakan bagian dari upaya Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas untuk meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong Asep Setia Budiman di Rejang Lebong, Senin.
Dia menjelaskan selain Puskesmas, pihaknya juga menyiapkan usulan perbaikan untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) serta pengembangan laboratorium kesehatan masyarakat.
Usulan revitalisasi fasilitas kesehatan ini, kata dia, dilakukan secara bertahap mulai tahun 2027 hingga 2030. Penentuan bangunan yang diusulkan akan didasarkan pada analisis teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.
"Kita masih dalam tahap pengusulan. Nantinya harus ada analisis teknis dari PUPR terlebih dahulu agar dapat diketahui fasilitas mana saja yang perlu direhabilitasi," ujar Asep setelah mengikuti rapat virtual bersama Kemenkes.
Ia menambahkan jumlah pasti bangunan yang akan direhabilitasi belum dapat dipastikan, karena masih menunggu hasil kajian teknis lapangan.
Selain revitalisasi, Dinkes Rejang Lebong juga mengusulkan penambahan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Beringin Tiga untuk tahun anggaran 2027.
Melalui program tersebut, pihaknya berharap sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di Kabupaten Rejang Lebong semakin memadai dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Harapan kita fasilitas pelayanan kesehatan di Rejang Lebong semakin baik, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal," kata Asep Setia Budiman.
Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.