gop-crypto.vip

Pemkab Pasuruan dorong penekanan pengangguran lewat Job Fair 2026 - ANTARA News Jawa Timur

Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mendorong penekanan angka pengangguran di wilayah setempat melalui Job Fair 2026 yang berpotensi menyerap hingga 1.260 pekerja.

"Kami ucapkan terima kasih kepada 40 perusahaan yang sudah berpartisipasi membuka hingga 1.260 potensi posisi pekerjaan," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Rakhmat Syarifuddin dalam keterangan diterima di Pasuruan, Rabu.

Menurutnya, angka tersebut melebihi target yang ditetapkan pemerintah dalam agenda job fair tahun ini yang berada di kisaran 1.000 posisi pekerjaan

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Taman Chandra Wilwatikta, Kecamatan Pandaan, Pasuruan, Rabu, Rakhmat menyebut terdapat lebih dari 6.000 pencari kerja yang mendaftar.

Ia menjelaskan sebagian besar perusahaan peserta beroperasi di wilayah Kabupaten Pasuruan, sementara sejumlah perusahaan dari luar daerah membuka cabang atau melakukan perluasan usaha dengan lokasi penempatan pekerja di Kabupaten Pasuruan.

Rakhmat mengatakan sebagian besar pencari kerja melakukan pendaftaran melalui aplikasi Hellowork secara daring, sedangkan peserta yang datang langsung tetap dapat mengikuti kegiatan dengan melakukan pemindaian kode batang pendaftaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mengatakan penyelenggaraan job fair secara berkelanjutan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Pasuruan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut mengusung konsep link and match antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan kompetensi pencari kerja dan lulusan pendidikan vokasi.

Shobih menegaskan, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan diperlukan agar pencari kerja memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sementara perusahaan memperoleh tenaga kerja yang sesuai.

Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.