Pemkab Pasaman Barat mulai buka lahan untuk Sekolah Rakyat
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memulai pengerjaan pembukaan lahan (land clearing) untuk persiapan pembangunan sekolah rakyat di daerah itu.
"Pembukaan lahan atau pematangan lahan telah kita mulai kemarin. Mudah-mudahan dapat berjalan dengan lancar," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Pasaman Barat Bambang Sumarsono didampingi Kepala Bidang Cipta Karya Isranedi di Simpang Empat, Rabu.
Dia mengatakan pihaknya menyediakan anggaran Rp350 juta dan di anggaran perubahan Rp200 juta untuk pematangan lahan sekolah rakyat.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan pihaknya telah meninjau langsung kondisi lahan 6,5 hektare untuk Sekolah Rakyat itu yang berada Padang Tujuah, Kecamatan Pasaman pada Selasa (8/9).
Dia mengatakan, secara administrasi Pemkab Pasaman Barat telah memenuhi seluruh persyaratan dokumen atau readiness criteria untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan telah memperoleh persetujuan dari kementerian.
“Secara administrasi, Pemkab Pasaman Barat telah memenuhi syarat RC dan telah disetujui oleh kementerian. Kita melakukan persiapan secara teknis untuk pematangan lahan atau land clearing,” ujarnya.
Ia berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga proses pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera dimulai.
“Kita berharap kegiatan ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Mudah-mudahan tahun ini satuan kerja Kementerian PUPR dapat segera melaksanakan proses tender dan memulai pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat,” kata dia.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Pasaman Barat, khususnya anak-anak yang memenuhi persyaratan dan ketentuan program.
“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Pasaman Barat yang memenuhi syarat dan ketentuan. Nantinya, pendidikan tersedia mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA,” tegasnya.
Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program ini mengusung konsep pendidikan berasrama (boarding school) sebagai upaya memberikan akses pendidikan berkualitas sekaligus mendukung pemutusan rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Dengan selesainya tahapan administrasi dan dimulainya persiapan teknis di lokasi pembangunan, Pemkab Pasaman Barat optimistis pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera direalisasikan sesuai dengan tahapan dan target yang telah ditetapkan.