gop-crypto.vip

Pemkab Padang Pariaman sarankan warga pakai masker antisipasi dampak kabut asap

Pemkab Padang Pariaman sarankan warga pakai masker antisipasi dampak kabut asap

Senin, 7 September 2026 10:11 WIB

Image Print

Salah seorang pengendara motor melintas di jalan nasional di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat dengan latar belakang kabut asap. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat mulai menyarankan warganya untuk mengunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengantisipasi dampak kambut asap yang saat ini membuat kualitas udara di daerah itu menjadi tidak sehat.

"Saat ini kondisi kualitas udara dalam kondisi TIDAK SEHAT," kata Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Padang Pariaman Andri Satria Masri seperti keterangan yang diterima ANTARA, Senin.

Saat ini di Padang Pariaman Indeks Standar Pencemar Udara (IPSU) 149 atau kondisi tidak sehat. Hal ini berbeda dengan kondisi kemarin yang mana IPSU masih berada pada kondisi sedang.

Kadis mengatakan dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat tersebut warga masih bisa melakukan aktivitas di luar ruangan dengan menggunakan masker namun dalam waktu yang tidak lama karena dikhawatirkan akan membahayakan pada kesehatan.

Sedangkan kelompok rentan yang terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan diminta untuk sering beristirahat dan hanya melakukan kegiatan ringan atau tidak menguras tenaga.

Ia menyebutkan kelompok rentan tersebut yaitu anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit pernafasan dan jantung.

Bagi yang memiliki riwayat penyakit jantung dan asma agar tidak saja lebih sering memperhatikan kesehatannya namun juga mempersiapkan obat agar dapat cepat diakses jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat meningkatkan sosialisasi pelarangan pembakaran sampah, jerami, lahan, dan sejenisnya sebagai upaya mengurangi potensi pencemaran udara yang dapat memperparah kondisi kabut asap yang juga berdampak ke daerah itu.

"Sebelum kabut asap kami sudah mengeluarkan imbauan agar warga tidak membakar sampah, namun kami akan mengulang kembali mengeluarkan imbaun guna memperkuat imbauan sebelumnya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Padang Pariaman Andri Satria Masri di Parik Malintang.

Ia mengatakan hal tersebut dilakukan karena dalam kondisi kabut asap saat ini seluruh pihak diharapkan tidak memperburuk kondisi kualitas udara sebab akan berdampak pada kesehatan.

Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026