Pemkab Padang Pariaman Dorong Sulaman Kapalo Samek Jadi Produk Unggulan Berdaya Saing Global |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, PARIAMAN, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat, bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat berkomitmen menyiapkan sulaman kapalo samek sebagai produk unggulan daerah. Upaya ini dilakukan dengan mendorong pengembangan desain serta inovasi berbasis kearifan lokal agar kerajinan tradisional tersebut memiliki nilai jual tinggi.
Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Christanti Azis, menegaskan bahwa sulaman kapalo samek bukan sekadar kerajinan, melainkan warisan budaya yang harus terus dihidupkan dan dikembangkan bersama. Ia menyampaikan hal tersebut di Parik Malintang pada Minggu.
Menurutnya, kerajinan ini hendaknya tidak hanya dipertahankan sebagai produk tradisional yang diwariskan turun-temurun. Lebih dari itu, sulaman kapalo samek perlu dikembangkan agar mampu memiliki nilai jual dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Nita Christanti Azis menjelaskan bahwa kearifan lokal tidak membuat sebuah produk berhenti pada bentuk tradisionalnya. Melalui kreativitas dan inovasi, kekayaan budaya tersebut dapat dikemas menjadi produk modern yang tetap mempertahankan identitas daerah serta berdampak ekonomi bagi para perajinnya.
"Kami ingin para perajin tidak hanya mampu mempertahankan teknik tradisional, tetapi juga berani berinovasi sehingga produknya memiliki nilai jual dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Padang Pariaman bersama TP PKK melaksanakan pelatihan selama enam hari. Pelatihan ini diikuti oleh 20 perajin sulaman kapalo samek asal Korong Pasia Baru, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau.
Kegiatan bertajuk Diseminasi dan Pelatihan Pengembangan Desain dan Inovasi Produk UMKM Sulaman Kapalo Samek Berbasis Kearifan Lokal tersebut dipusatkan di Gedung Dekranasda Kabupaten Padang Pariaman.
Target Pasar Nasional dan Global
Pemkab dan TP PKK setempat menghadirkan sejumlah tokoh profesional dan akademisi untuk memberikan bekal kepada para perajin. Kehadiran para profesional ini menjadi kesempatan bagi perajin asal Pasia Baru, yang merupakan sentra Sulaman Kapalo Samek, untuk melihat kerajinan itu dari perspektif yang lebih luas.
"Kami ingin sulaman kapalo samek, produk dari Pasia Baru ini dikenal bukan hanya di Padang Pariaman, namun juga bisa di Jakarta, dikenal secara nasional, dan kalau desain serta kualitasnya terus ditingkatkan, tidak tertutup kemungkinan bisa menembus pasar dunia,” tambah Nita Christanti Azis.
Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Kabupaten Padang Pariaman, Hendri Satria, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan sejak Jumat (11/9) hingga Rabu (16/9). "Empat hari narasumber profesional nasional dan dua hari dengan narasumber internal Pemda (Pemerintah Daerah) Padang Pariaman," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara