Pemkab Lingga Kepri sediakan layanan kesehatan untuk petugas karhutla
Pemkab Lingga Kepri sediakan layanan kesehatan untuk petugas karhutla
Selasa, 22 September 2026 12:19 WIB
pemeriksaan kesehatan petugas karhutla di Lingga pada September 2026. ANTARA/HO-BPBD Lingga
Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyediakan layanan kesehatan bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal dikonfirmasi dari Batam, Selasa, mengatakan Pemkab Lingga menyiagakan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan kepada petugas apabila dibutuhkan.
"Jadi ketika terjadi apa-apa, teman-teman tenaga kesehatan akan datang, sifatnya on call," ucapnya.
Selain layanan kesehatan saat kondisi mendesak, lanjut dia, Pemkab Lingga juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memberikan vitamin untuk mendeteksi kondisi kesehatan, sekaligus menjaga kebugaran para petugas.
"Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan, selain itu vitamin juga kami berikan," kata Oktanius.
Ia menjelaskan penanganan karhutla di Lingga telah berlangsung lebih dari 20 hari. Menurut dia, kebakaran diduga disebabkan oleh praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
"Dalam penanganan karhutla kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, masyarakat, perusahaan, hingga instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," ujar Oktanius Wirsal.
Ia menjelaskan karhutla di Lingga membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat karena pemadaman terkendala peralatan. Selain itu karakteristik lahan gambut dan resam juga menyebabkan api sulit dipadamkan.
Pemkab Lingga bersama pihak yang terlibat, kata dia, telah berupaya maksimal, termasuk menerjunkan alat berat untuk membuat parit sebagai sekat guna mengisolasi api agar tidak menjalar ke titik lainnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.