gop-crypto.vip

Pemkab Lampung Selatan pastikan data warga dan jalur evakuasi siap hadapi bencana

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan ancaman tsunami dengan memastikan pemutakhiran data warga, kesiapan jalur evakuasi, serta fasilitas tempat pengungsian.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan Muhammad Darmawan menegaskan kesiapsiagaan bencana tidak boleh berhenti pada dokumen rencana aksi, tetapi harus dipastikan dapat diterapkan di lapangan ketika kondisi darurat terjadi.

“Yang dibutuhkan dicatat dan dilaporkan, supaya nanti bisa kita lengkapi. Hal-hal yang belum lengkap harus kita lengkapi,” kata Darmawan di Kalianda, Rabu.

Ia mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pemutakhiran data masyarakat di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak bencana.

Oleh karena itu, para camat diminta memastikan jumlah kepala keluarga dan penduduk di desa-desa rawan tercatat secara akurat. Data tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebutuhan evakuasi, penanganan warga, hingga distribusi bantuan apabila terjadi keadaan darurat.

“Pemutakhiran data dilakukan di lima kecamatan, yakni Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Sidomulyo, dan Katibung. Data tersebut diminta disampaikan secara tertulis paling lambat Senin (21/9),” ujar dia.

Selain data penduduk, pemerintah daerah juga melakukan pengecekan terhadap jalur dan rambu evakuasi. Sejumlah rambu ditemukan dalam kondisi miring, roboh, maupun terhalang pepohonan sehingga perlu segera diperbaiki.

Dia menekankan jalur evakuasi harus mudah terlihat dan dipahami masyarakat agar dapat digunakan secara cepat ketika proses penyelamatan harus dilakukan dalam situasi darurat.

Pihaknya memetakan sejumlah lokasi yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi, di antaranya GOR Way Handak, GOR Mustafa Kemal, dan Lapangan Tennis Indoor Kalianda.

“Pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan lokasi, tetapi juga akan memeriksa fasilitas pendukung, seperti penerangan, ketersediaan air, serta fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK),” ucapnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur terkait dan tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi.

“Ke depan tiap hari Rabu akan dilakukan rutin rapat kesiapsiagaan bencana ini. Tidak hanya gempa dan tsunami, tapi bencana itu banyak macamnya, jadi kita harus benar-benar serius dan rutin membahasnya,” ujar dia.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan berupaya memastikan sistem kesiapsiagaan bencana terbangun hingga tingkat wilayah yang berhadapan langsung dengan potensi ancaman.

Dengan data warga yang terus diperbarui, jalur evakuasi yang jelas, serta tempat evakuasi dan fasilitas pendukung yang siap digunakan, masyarakat di wilayah rawan diharapkan memiliki informasi yang jelas mengenai langkah penyelamatan dan lokasi yang dituju ketika kondisi darurat terjadi.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.