gop-crypto.vip

Pemkab Kulon Progo sebut kunjungan Manunggal Fair 100 ribu pengunjung

Pemkab Kulon Progo sebut kunjungan Manunggal Fair 100 ribu pengunjung

Minggu, 4 Oktober 2026 06:30 WIB

Image Print

Peserta jalan sehat Manunggal Fair 2026 di Alun-alun Wates, Kabupaten Kulon Progo. ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut kunjungan Pameran Pembangunan Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates mencatatkan angka kunjungan lebih dari 100 ribu orang hingga hari ketujuh pelaksanaannya meskipun diselenggarakan tanpa mengunakan dana APBD.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo Bambang Sutrisno di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan kegiatan dalam rangka Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo tersebut sepenuhnya diselenggarakan dan didanai oleh Perumda Aneka Usaha Kulon Progo melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.

"Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulon Progo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian tertulis pada 15 Juli 2026. Perumda Aneka Usaha bertanggung jawab atas operasional dan pendanaan, sedangkan Pemkab Kulon Progo melalui Diskominfo berperan dalam koordinasi, pengawasan, dan penyebarluasan informasi.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Kulon Progo Muhammad Nasta'in menyampaikan bahwa Manunggal Fair 2026 diusung dengan semangat kemandirian dan efisiensi melalui kolaborasi agar dapat mendorong perputaran ekonomi lokal.

"Kita berdiri di kaki sendiri dengan cara berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga efisiensi agar kegiatan tetap meriah," kata Nasta'in.

Guna mendukung penguatan ekonomi lokal, Pemkab Kulon Progo turut menyelenggarakan Gebyar UMKM yang melibatkan 125 pelaku usaha dengan dukungan Dana Keistimewaan pada 25 September hingga 3 Oktober 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulon Progo Iffah Mufidati memaparkan, sebanyak 101 peserta bergerak di bidang kuliner dan 24 peserta di bidang kriya, busana, serta aksesori.

"Konsep yang kita usung adalah mengangkat potensi lokal, salah satunya sentra bambu yang kita gunakan dalam dekorasi. Selain itu, kita juga mengangkat panganan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda," tutur Iffah.

Selain pameran produk, Gebyar UMKM diisi dengan edukasi kapasitas usaha, peragaan busana batik, edukasi transaksi digital, hingga business matching untuk memperluas akses pemasaran produk ke jaringan toko oleh-oleh.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026