gop-crypto.vip

Pemkab Kudus mulai perbaiki 40 sekolah yang rusak

Pemkab Kudus mulai perbaiki 40 sekolah yang rusak

Rabu, 7 Oktober 2026 16:23 WIB

Image Print

Perbaikan ruang kelas di SD 2 Sidomulyo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), memastikan proyek perbaikan 40 sekolah rusak mulai dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp13 miliar dari APBD 2026.

"Total sekolah yang akan diperbaiki ada 47 sekolah, namun yang dikerjakan awal dengan APBD 2026 murni sebanyak 40 sekolah. Sedangkan tujuh sekolah dianggarkan lewat APBD Perubahan 2026," kata Sekretaris Disdikpora Kudus Anggun Nugroho, di Kudus, Rabu.

Ia berharap pekerjaan, terutama yang menyangkut ruang kelas, dapat segera diselesaikan sehingga pengerjaannya tidak terganggu ketika memasuki musim hujan.

Dari 40 paket pekerjaan tersebut, pengerjaannya tidak dilakukan secara bersamaan. Sebagian mulai dikerjakan pada September 2026, sedangkan lainnya baru dimulai pada awal Oktober 2026. Namun, beberapa proyek saat ini sudah mendekati 100 persen.

"Hanya saja, hingga saat ini belum ada pelaksana proyek yang melakukan PHO (Provisional Hand Over) atau serah terima sementara pekerjaan karena jadwal kegiatannya dimungkinkan masih beberapa pekan lagi," ujarnya.

Menurut Anggun, kondisi cuaca memang menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan, khususnya perbaikan atap ruang kelas. Pihak pelaksana diminta melakukan langkah antisipasi untuk menghindari gangguan akibat hujan.

"Di antaranya dengan menyiapkan terpal plastik bagi pekerjaan fisik perbaikan atap ruang kelas," ujarnya.

Perbaikan sekolah tersebut dilaksanakan melalui mekanisme penunjukan langsung (PL) sesuai ketentuan yang berlaku karena nilai anggaran masing-masing paket pekerjaan berada di bawah Rp400 juta.

Adapun pekerjaan meliputi perbaikan ruang kelas, perpustakaan, toilet, jamban, serta sejumlah infrastruktur yang menjadi bagian dari bangunan sekolah.

Dari total 47 sekolah yang menjadi sasaran perbaikan, tujuh sekolah di antaranya merupakan SMP dan 40 lainnya SD. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni Mejobo, Kaliwungu, Undaan, Kota, Dawe, Bae, Jati, Jekulo, dan Gebog.

Salah satu sekolah yang proyek perbaikannya hampir rampung yakni SD 2 Sidomulyo, Kecamatan Jekulo. Proyek tersebut dilaksanakan CV Bima Raya Tekindo.

Pelaksana Penyedia Jasa CV Bima Raya Tekindo Aris Yulianto mengatakan pekerjaan telah mencapai 100 persen, meskipun sesuai kontrak pekerjaan yang dimulai pada 24 September 2026 tersebut ditargetkan selesai pada 24 November 2026.

"Untuk pekerjaan fisik sudah 100 persen. Tinggal penyelesaian akhir dan bersih-bersih ruangan," katanya.

Perbaikan di SD 2 Sidomulyo meliputi peninggian lantai, plesteran tembok, serta perbaikan plafon. Plafon di empat ruang kelas juga diganti menggunakan PVC.

Pelaksana Tugas Kepala SD 2 Sidomulyo Setyowati mengatakan secara keseluruhan pekerjaan telah rampung dan saat ini tinggal menyelesaikan pembersihan.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dimanfaatkan karena siswa yang sebelumnya menempati empat ruang kelas itu, untuk sementara kegiatan belajar mengajarnya menempati gedung koperasi desa dan mushalla," ujarnya.

Ia berharap peninggian lantai bangunan sekolah dapat mencegah ruang kelas kembali terdampak banjir saat musim hujan. Sebelumnya, banjir kerap mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.