Pemkab Kudus meminta SPPG merangkul UMKM terdekat dalam pasokan bahan baku
Pemkab Kudus meminta SPPG merangkul UMKM terdekat dalam pasokan bahan baku
Rabu, 2 September 2026 16:10 WIB
Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton saat memimpin dialog program MBG di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, meminta semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kudus agar merangkul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdekat dalam memenuhi pasokan kebutuhan bahan baku dapur program makan bergizi gratis (MBG).
"Karena tujuan utama adanya program MBG dari Presiden RI, selain untuk meningkatkan gizi para siswa juga untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar," kata Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton saat memimpin dialog program MBG di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu.
Pada rapat koordinasi sebelumnya, kata dia, pihaknya juga sudah menyampaikan masing-masing dapur untuk manfaatkan pelaku UMKM di lingkungan sekitar SPPG.
Misalkan, SPPG yang ada di wilayah Kota mengambil bahan baku kebutuhan dapur MBG di wilayah terdekat, kecuali stok tidak tersedia baru mengambil di daerah terdekat lainnya.
"Hal terpenting, harga yang diperoleh juga standar di pasaran," ujar Bellinda Birton yang juga Wakil Bupati Kudus.
Harapan Presiden, menurut dia, selain menambah asupan gizi para siswa dan bisa mencegah stunting atau tengkes, MBG ini juga meningkatkan perputaran ekonomi di masyarakat.
Demikian halnya, kata dia, permasalahan kantin sekolah atau warung makan yang merasa terdampak atas hadirnya SPPG, bisa berkomunikasi langsung untuk ikut mendapatkan manfaat melalui suplai kebutuhan tertentu ke SPPG terdekat.
Ia juga berharap semua SPPG di Kabupaten Kudus mematuhi anjuran memasang kamera CCTV, karena tujuannya untuk transparansi.
"Terkait kekhawatiran bisa diakses sembarang orang dan disalahgunakan, tentunya tidak sembarang orang boleh mengaksesnya," ujarnya.
Terkait kekhawatiran masyarakat ada SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dia mempersilakan untuk disampaikan kepada Satgas MBG untuk ditindaklanjuti karena tercatat selama ini semua SPPG di Kudus memiliki SLHS.
Dari 124 SPPG di Kudus, tercatat yang aktif beroperasi sebanyak 118 SPPG dan enam lainnya persiapan operasi.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kudus Febria Suryaningrum mengungkapkan dalam rapat koordinasi tingkat Provinsi Jateng memang ditekankan masing-masing SPPG agar melakukan penyerapan bahan baku dari UMKM lokal.
"Pemprov Jateng menekankan mengambil dari wilayah setempat. UMKM sekitar memang diprioritaskan terutama sekitar SPPG tanpa mengesampingkan kualitas dan harga yang ditawarkan," ujarnya.
Prapto, salah satu warga dari Kecamatan Jekulo meminta adanya kepedulian dari SPPG untuk merangkul UMKM lokal.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.