Pemkab Jepara minta atlet peraih medali Popda Jateng menjaga konsistensi
Pemkab Jepara minta atlet peraih medali Popda Jateng menjaga konsistensi
Kamis, 10 September 2026 10:37 WIB
Dua atlet renang dari Kontingen Jepara, Jawa Tengah, menunjukkan medali emas yang diraih dalam ajang Popda Jateng 2026. Renang menjadi salah satu cabang olahraga unggulan menjadi penyumbang medali emas bagi Jepara. ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara.
Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara meminta para atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 menjaga konsistensi prestasi, agar capaian yang diraih dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada ajang berikutnya.
"Prestasi yang diraih kontingen Jepara patut disyukuri karena Popda Jateng tahun sebelumnya tidak bisa meraih lima besar, tahun ini bisa masuk lima besar. Namun, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk pembinaan olahraga yang lebih baik," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ratib Zaini di Jepara, Kamis.
Ia berharap atlet peraih medali emas tetap konsisten untuk mempertahankan dan menjaga kebugaran anak-anak.
"Pola hidup sehat juga penting, termasuk asupan gizi dan kebugarannya harus tetap dijaga jika ingin mempertahankan prestasinya," ujarnya.
Pada Popda Jawa Tengah 2026, kontingen Kabupaten Jepara berhasil menempati peringkat kelima dengan torehan 25 medali emas, 16 perak, dan delapan perunggu. Jepara berada di bawah Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Banyumas.
Menurut Ratib capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan dibandingkan pelaksanaan Popda pada tahun sebelumnya. Jumlah medali yang diraih Jepara tahun ini juga lebih banyak.
Ratib menyebut capaian tersebut menjadi tonggak awal pembinaan olahraga Kabupaten Jepara. Ke depan, tantangan yang dihadapi akan semakin berat sehingga diperlukan konsistensi dari seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet.
Ia mengatakan keberhasilan Jepara tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, induk organisasi cabang olahraga, sekolah, pelatih, hingga para atlet.
"Keberhasilan ini adalah hasil semua pihak. Ini menjadi modal besar untuk prestasi olahraga Jepara ke depan. Harapan kami, sinergitas yang telah dibangun selama ini terus dipertahankan bahkan ditingkatkan menuju prestasi olahraga yang lebih baik," ujarnya.
Dari 25 medali emas yang diraih Jepara, cabang olahraga karate menjadi penyumbang terbanyak dengan sembilan emas. Torehan tersebut sekaligus mengantarkan karate Jepara menjadi juara umum Popda Jateng 2026.
Selain karate, sejumlah cabang olahraga lain juga turut menyumbang medali bagi Jepara. Di antaranya gulat, sepak takraw, panahan, balap sepeda, renang, atletik, taekwondo, dan pencak silat.
Ratib mengatakan pemerintah daerah tidak akan hanya memprioritaskan cabang olahraga tertentu. Seluruh cabang olahraga tetap akan mendapat ruang pembinaan sesuai potensi dan kemampuan masing-masing.
"Kalau memang takraw dan karate sudah terbukti, cabang-cabang lain juga mudah-mudahan semakin berkembang. Ketika ada minat dan prestasi yang semakin bagus, tentu harus terus dibina," ujarnya.
Ia berharap prestasi Popda 2026 dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet pelajar Jepara untuk terus berkembang dan mampu menembus level yang lebih tinggi, termasuk ajang olahraga pelajar tingkat nasional.
Menurut Ratib pembinaan atlet juga perlu diarahkan agar para pelajar berprestasi memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui jalur yang mendukung prestasi olahraga mereka.
"Fasilitasi juga penting. Kalau kita sudah punya sekolah atau jalur pendidikan yang mendukung, prestasi mereka bisa terus dikembangkan," ujarnya.
Baca juga: Astrid Widayani tegaskan pembinaan atlet muda tidak bisa instan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.