Pemkab Indramayu tegaskan program PM-AAS dongkrak produktivitas padi - ANTARA News Jawa Barat
Indramayu, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebut penerapan program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) mampu mendorong produktivitas padi hingga rata-rata 10,45 ton per hektare.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan capaian tersebut terlihat dari hasil perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu berbasis ubin pada panen perdana PM-AAS di Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi.
"Awalnya produktivitas berada di sekitar lima sampai enam ton per hektare, kemudian ditargetkan delapan ton. Ternyata hasil pengukuran BPS sudah mencapai lebih dari 10 ton," kata Lucky, dalam keterangannya di Indramayu, Jabar, Kamis.
Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan penerapan teknologi dan modernisasi pertanian memberikan dampak terhadap peningkatan produksi padi di wilayahnya.
Lucky menilai capaian produktivitas PM-AAS menjadi bukti, bahwa penggunaan teknologi dapat memberikan peluang peningkatan hasil sekaligus membangun optimisme petani.
Ia optimis keberhasilan tersebut dapat mendorong petani di Kabupaten Indramayu semakin terbuka terhadap penerapan teknologi dalam kegiatan budidaya tanaman pangan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Indramayu Januarto Wibowo menyampaikan hasil pengukuran di lima titik menunjukkan rata-rata produktivitas padi mencapai 10,45 ton per hektare.
Pihaknya mendata pengukuran dilakukan pada lahan dengan varietas dan kelompok tani berbeda. Hasil tertinggi tercatat pada Kelompok Tani Tani Makmur dengan varietas Ciherang sebesar 12,35 ton per hektare.
"Sementara Kelompok Tani Bina Tani 2 dengan varietas Inpari 32 menghasilkan 8,44 ton per hektare, sedangkan Bina Tani 3 mencatat masing-masing 9,09 ton dan 11,74 ton per hektare," katanya.
Januarto mengatakan metoda ubin dipakai BPS untuk mengukur produktivitas panen di lapangan. Selain itu, pemantauan dilakukan melalui kerangka sampel area (KSA).
Pemantauan KSA, kata dia, mencakup perkembangan tanaman sejak fase vegetatif hingga generatif serta luas panen untuk mendukung ketersediaan data pertanian.
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat Detia Tri Yunandar mengatakan produktivitas lahan PM-AAS sebelumnya berada pada kisaran tiga hingga enam ton per hektare.
"Kini, produktivitas lahan tersebut dapat meningkat hingga sekitar 10 ton per hektare. Peningkatan didukung 11 unit pompa, delapan unit irigasi perpompaan, satu combine harvester, dan satu drone sprayer," ujarnya.
Ia menyampaikan penanaman dimulai pada Mei 2026, sedangkan panen dilakukan bertahap sejak 19 Agustus 2026 dan dari sisi biaya, pengeluaran produksi naik dari sekitar Rp15 juta menjadi Rp20 juta per hektare.
"Namun, peningkatan produksi diperkirakan memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp24 juta per hektare dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram dan sekitar Rp32 juta apabila harga mencapai Rp8.500 per kilogram," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Indramayu: PM-AAS dongkrak produktivitas padi jadi 10,45 ton/ha
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.