gop-crypto.vip

Pemkab Dharmasraya perpanjang belajar jarak jauh dua hari karena Karhutla

Pulau Punjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP selama dua hari akibat kondisi udara yang masih terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Iya libur sekolah diperpanjang selama dua hari, mulai Senin 14 September sampai Selasa 15 September," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya Boby Perdana Riza, di Pulau Punjung, Senin.

Ia mengatakan kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya Nomor 400.3/2274/Disdik-2026 mengingat kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih dalam kategori tidak sehat.

Ia mengatakan ketentuan dan mekanisme mengenai pembelajaran jarak jauh tetap mengacu pada surat edaran sebelumnya.

Selama pembelajaran jarak jauh, kata dia satuan pendidikan diminta memanfaatkan berbagai platform pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan menyesuaikan metode, materi, dan aktivitas pembelajaran setiap sekolah.

Ia mengatakan pihak sekolah diminta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif dan sesuai dengan tujuan pembelajaran meskipun dilaksanakan dari jarak jauh.

Ia menyebutkan sekolah juga diminta menyampaikan informasi kepada orang tua atau wali murid peserta didik agar pelaksanaan pembelajaran dari rumah dapat dipantau bersama dari rumah.

Pemkab mengimbau orang tua murid untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus keluar untuk keperluan mendesak, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terhadap paparan asap.

"Informasi mengenai apakah pembelajaran akan kembali dilakukan secara tatap muka atau jarak jauh akan dilihat kualitas udara hari besok setelah tanggal 15," ujarnya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut disarankan untuk diikuti satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun satuan pendidikan lainnya yang berada di luar kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya.

Sementara, Analis Kebencanaan BPBD Dharmasraya, Ardianus Efendi menyebutkan kabut asap yang menyelimuti diduga kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Riau, Jambi hingga Sumatera Selatan.

Menurut dia secara geografis Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan daerah tersebut sehingga dapat disimpulkan kabut yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman

"Kalau titik api di Dharmasraya saya rasa tidak menyumbang kabut asap. Karena dua hari ini juga sudah turun hujan dengan intensitas cukup tinggi," ujarnya.