Pemkab Demak bekali 45 pelaku UMKM keahlian kemasan hingga pemasaran digital
Pemkab Demak bekali 45 pelaku UMKM keahlian kemasan hingga pemasaran digital
Senin, 21 September 2026 22:00 WIB
Produk makanan ringan dari pelaku UMKM lokal Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang dikemas dengan cara sederhana sehingga perlu dikemas dengan lebih baik agar bisa menarik minat pembeli. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik level, dengan dibekali teknik pengemasan, inovasi produk, legalitas, hingga strategi pemasaran di era digital.
"Keahlian tersebut, diharapkan memotivasi pelaku UMKM untuk menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing," kata Bupati Demak Eisti’anah membuka pelatihan UMKM di aula Kecamatan Wonosalam, di Demak, Senin.
Peserta pelatihan berjumlah 45 pelaku usaha yang berasal dari 21 desa di Kecamatan Wonosalam.
Eisti'anah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Karena kegiatan peningkatan kapasitas UMKM tetap penting dilakukan di tengah penyesuaian dan efisiensi anggaran pemerintah.
Ia menilai pelatihan UMKM merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas, kreativitas, serta kemandirian masyarakat.
"Harapannya ilmu yang diperoleh tidak berhenti di pelatihan, tetapi benar-benar dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha," kata Eisti’anah.
Eisti’anah mengatakan persaingan usaha pada era modern semakin ketat. Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga harus mampu memanfaatkan berbagai saluran promosi.
"Era modern seperti sekarang, persaingan usaha semakin ketat karena banyak cara untuk mempromosikan produknya. Mulai dari media sosial hingga media pertemanan," ujarnya.
Menurut dia perkembangan teknologi digital membuka peluang yang lebih luas bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen. Produk UMKM Wonosalam dapat dipasarkan melalui berbagai marketplace dan platform digital, seperti Tokopedia, Shopee, maupun kanal digital lainnya.
Dengan pemanfaatan pemasaran digital, produk UMKM Wonosalam diharapkan tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas.
Pemkab Demak, lanjut Eisti’anah, juga terus mendorong penguatan ekosistem UMKM melalui pembentukan Forum UMKM di hampir seluruh kecamatan.
Forum tersebut menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk saling bertukar pengalaman, menyampaikan kendala, serta mengutarakan aspirasi dan kebutuhan dalam pengembangan usaha. Kegiatan forum dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan.
"Harapannya dari tahun ke tahun angka pengangguran di Kabupaten Demak dapat terus ditekan melalui pertumbuhan usaha dan terbukanya lapangan kerja baru," ujar Eisti’anah.
Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Wonosalam Sukardjo menyampaikan pelatihan UMKM menjadi salah satu langkah konkret untuk mendukung pemulihan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"UMKM di Kecamatan Wonosalam terus berkembang dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ujarnya.
Sukardjo menambahkan pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kemampuan agar tidak berhenti pada tahap memproduksi barang. Kualitas rasa, kemasan yang menarik, inovasi, legalitas, hingga strategi pemasaran menjadi bagian penting dalam membangun produk yang memiliki daya saing.
Karena itu, pelatihan yang diberikan kepada 45 pelaku UMKM tersebut diharapkan tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga melahirkan ide-ide usaha baru yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Dengan semakin kuatnya kapasitas pelaku UMKM, produk-produk lokal Wonosalam diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan membuka peluang lapangan kerja baru di Kabupaten Demak.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.