Pemkab Bogor bekali aparatur desa dan kecamatan pencegahan korupsi - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membekali aparatur desa dan kecamatan mengenai pencegahan korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pembekalan tersebut dilakukan melalui sosialisasi antikorupsi di Kecamatan Cariu yang diselenggarakan Inspektorat Kabupaten Bogor dengan melibatkan pejabat dan pegawai kecamatan, kepala desa, sekretaris desa, serta masyarakat, Selasa.
Kegiatan itu juga melibatkan unsur Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Polres Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, serta penyuluh antikorupsi sebagai bagian dari edukasi pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Achmad Yaudin Sogir dalam sosialisasi tersebut mengatakan pencegahan korupsi perlu dimulai dari kesadaran setiap individu, termasuk aparatur pemerintahan.
"Dalam persoalan korupsi, ada prinsip ibda' binafsih, awali dari diri kita sendiri. Kita semua sedang belajar dan harus terus saling mengingatkan," kata Sogir.
Menurut dia, pemahaman mengenai pencegahan korupsi penting diberikan secara berkala karena penyimpangan dalam skala besar dapat bermula dari tindakan kecil yang dianggap sepele.
"Korupsi yang besar bisa saja berawal dari hal yang kecil. Kadang ada pemikiran, 'Ah, tidak akan terlihat,' atau 'Ah, tidak akan ketahuan.' Pola pikir seperti itulah yang harus kita hindari," ujarnya.
Sogir mengingatkan aparatur desa dan kecamatan memiliki tanggung jawab dalam mengelola administrasi dan keuangan pemerintahan yang bersumber dari uang rakyat.
Ia juga meminta aparatur menjalankan pelayanan publik sesuai ketentuan serta memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan sama Kepala Sub Seksi II Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Abdullah Muhammad Ihsan mengingatkan aparatur agar mempertimbangkan konsekuensi hukum sebelum melakukan tindakan yang menyimpang.
Menurut dia, keuntungan materi yang diperoleh melalui pelanggaran hukum tidak sebanding dengan risiko yang dapat diterima pelakunya.
"Termasuk ketika Bapak-Ibu mendapatkan uang receh, itu tidak sebanding dengan risikonya. Sebesar apa pun, tidak sebanding dengan konsekuensi yang nanti Bapak-Ibu terima," kata Ihsan.
Camat Cariu Pardi mengatakan pencegahan korupsi juga membutuhkan kesadaran dan komitmen dari setiap individu karena pengawasan dan regulasi tidak akan berjalan optimal tanpa kemauan untuk menghindari penyimpangan.
"Kalau dari diri kita sudah tidak ada niat untuk melakukan penyimpangan, saya kira upaya untuk mencegah dan mengurangi potensi korupsi akan lebih mudah dilakukan," ujarnya.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.