Pemkab Berau tarik minat generasi muda ke pertanian - ANTARA News Kalimantan Timur
Berau, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, berupaya menarik minat generasi muda terjun menjadi petani lewat penerapan modernisasi pertanian, salah satunya dengan penggunaan drone yang mulai diterapkan agar langkah mewujudkan ketahanan pangan dapat direalisasikan.
"Penerapan teknologi drone pertanian untuk penyemprotan hama dan pemupukan sudah mulai diterapkan di Berau. Harapan kami, langkah ini menjadi bagian untuk menarik generasi muda agar terjun ke pertanian," ujar Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Berau, Jumat.
Hal ini menjadi perhatian karena sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah, sehingga ia pun terus mendorong penguatan sektor pertanian hingga memberikan dukungan terhadap usaha dan produktivitas para petani.
Generasi muda pun diajak melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor usaha yang dapat dikembangkan dengan penerapan teknologi dan sistem pertanian modern.
Ia menyebut bahwa tantangan ke depan tidak mudah, terutama dengan adanya perubahan iklim yang bisa mempengaruhi menurunnya produksi pertanian, sehingga pihaknya terus mendorong sistem pertanian yang lebih modern guna memastikan usaha para petani mendapat dukungan.
Perubahan iklim yang berpengaruh pada usaha pertanian ini setidaknya dapat dilihat di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, yang ia datangi dan ikut panen bersama pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Di kampung ini, dari 118,7 hektare lahan yang ditanami padi oleh warga setempat, sekitar 75 hektare masih dapat dipanen. Sementara 11,5 hektare mengalami gagal panen akibat kekeringan dampak musim kemarau.
Selain itu, produktivitas pun mengalami penurunan yang kini rata-rata menjadi sekitar 3,19 ton per hektare, padahal varietas padi premium yang ditanam seharusnya bisa mencapai 8 ton per hektare dalam kondisi normal.
Total sawah di Kampung Labanan Jaya saat ini mencapai 336 hektare, terdiri atas 268 hektare luas baku sawah dan 68 hektare hasil cetak sawah baru.
"Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi para petani yang tetap berupaya mempertahankan produksi pangan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, meski produktivitas padi menurun," katanya.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.