Pemkab Bekasi kembangkan diklat vokasi berbasis pada kebutuhan industri - ANTARA News Megapolitan
Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengembangkan pendidikan dan pelatihan (diklat) vokasi agar tetap berbasis pada kebutuhan industri sebagai langkah strategis penguatan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus upaya menekan angka pengangguran.
"Langkah ini menjadi solusi untuk menekan pengangguran dengan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri," kata Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Rabu.
Dia menyatakan pengembangan diklat vokasi diimplementasikan melalui peningkatan intensitas kegiatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Tambun Utara disertai penguatan kelembagaan maupun SDM balai.
Selain itu, di lingkungan satuan pendidikan khususnya sekolah-sekolah vokasi dengan sinergi meningkatkan penguasaan materi pembelajaran praktik kerja yang sejalan kebutuhan industri saat ini.
"Kabupaten Bekasi masih memiliki angka pengangguran sekitar delapan persen. Karena itu, kita membutuhkan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri," ujarnya.
Kabupaten Bekasi, ujarnya, sebagai kawasan industri terbesar Asia Tenggara memiliki peluang besar menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi para pencari kerja agar sesuai perkembangan kebutuhan perusahaan.
"Kalau kita memberikan pelatihan tetapi yang diajarkan tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan, tentu hasilnya tidak optimal. Karena itu yang harus dilakukan adalah menyelaraskan kebutuhan industri dengan materi pelatihan," katanya.
Pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan pengelola kawasan industri untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja secara berkala.
Hasil pemetaan tersebut ditindaklanjuti melalui penyusunan program pelatihan vokasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri.
"Saya akan mengundang sebelas kawasan industri untuk duduk bersama. Kita ingin mengetahui secara rinci tenaga kerja seperti apa yang dibutuhkan perusahaan," katanya.
Asep menilai pola tersebut akan menciptakan koneksi yang lebih kuat antara dunia pendidikan, pelatihan serta dunia kerja sehingga lulusan pelatihan tidak lagi mengalami kesenjangan kompetensi ketika memasuki pasar kerja.
"Anak-anak kita harus dipersiapkan sejak awal. Jangan ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, kompetensinya justru tidak sesuai. Vokasi harus menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja lokal," ujarnya.
Dirinya mengaku telah berdiskusi langsung dengan Menteri Ketenagakerjaan perihal tersebut mengingat daerahnya menjadi salah satu pusat industri nasional sehingga butuh dukungan pusat untuk memperluas akses pelatihan kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan manufaktur modern.
"Kami sudah mengusulkan kepada Pak Menteri agar penguatan vokasi di Kabupaten Bekasi menjadi perhatian. Bekasi memiliki perusahaan terbesar di Indonesia sehingga perlu didukung SDM yang benar-benar siap bekerja," ucapnya.
Sinergi pemerintah daerah dengan dunia industri juga diharapkan mampu memperbesar peluang penyerapan tenaga kerja lokal. Keberadaan ribuan perusahaan di Kabupaten Bekasi harus bisa memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
"Apa yang dibutuhkan industri, itulah yang akan kita siapkan melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan begitu masyarakat memiliki kesempatan kerja lebih besar. Kami meminta perusahaan untuk meningkatkan peluang penyerapan tenaga kerja terutama bagi warga lokal," kata dia.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.