gop-crypto.vip

Pemkab Bangka Tengah optimalkan potensi lada melalui program Desa Devisa - ANTARA News Bangka Belitung

Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengoptimalkan pengembangan komoditas lada melalui program Desa Devisa untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perkebunan tersebut.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah Mifta Hulkhoir di Koba, Babel, Senin, mengatakan pengembangan lada difokuskan pada wilayah yang masih memiliki potensi perkebunan cukup besar, terutama Kecamatan Sungaiselan dan Simpangkatis.

“Kalau untuk Sungaiselan dan Simpangkatis ini sudah ada desa yang ditetapkan sebagai Desa Devisa, yaitu Desa Sungkap dan Desa Keretak. Mudah-mudahan potensi ini bisa terus dikembangkan,” ujar dia.

Ia mengatakan program Desa Devisa dilaksanakan bersama sejumlah instansi vertikal untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan daerah, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk masyarakat. 

Menurut Mifta, perkebunan lada masih tersebar di enam kecamatan, dengan areal terbesar berada di Sungaiselan dan Simpangkatis. Lada juga dibudidayakan masyarakat di Koba, Lubuk Besar, Pangkalanbaru, dan Namang.

DPKP Bangka Tengah mencatat luas kebun lada pada 2025 mencapai 544,76 hektare. Luasan tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 3.315 hektare dan 2022 sebanyak 3.352 hektare.

Mifta mengatakan penurunan luas tanam tersebut turut memengaruhi produksi dan produktivitas lada petani di Bangka Tengah.

Karena itu, kata dia, pengembangan kawasan lada melalui Desa Devisa diharapkan dapat menjaga keberlanjutan komoditas sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah sentra produksi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan potensi lada sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peluang pasar di dalam maupun luar daerah.

Pewarta: Ahmadi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.