Pemkab Badung evaluasi pelaksanaan anggaran atas masukan BPK - ANTARA News Bali
Badung (ANTARA) - Pemkab Badung, Bali, menyatakan pihaknya akan menjadikan catatan dan masukan dari pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami mengapresiasi karena selain melakukan pemeriksaan, BPK juga memberikan masukan dan catatan kepada kami untuk melakukan perbaikan,” ujar Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta saat menerima exit meeting terkait berakhirnya pemeriksaan pendahuluan Semester II Tahun 2026 di Mangupura, Senin.
Ia mengatakan dari semua catatan dan masukan tersebut, perangkat daerah terkait diminta memahami serta mendiskusikan secara mendalam di internal perangkat daerah, untuk mendapatkan tindak lanjut sesuai catatan tim pemeriksa.
“Apa saja yang sekiranya menjadi catatan BPK kami minta agar dilakukan perbaikan dan diberikan data untuk pemeriksaan lanjutan di pemeriksaan terinci selanjutnya,” kata dia.
Pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan BPK RI Perwakilan Bali mencakup tiga fokus yakni, penataan perumahan, efektivitas Pemerintah Kabupaten Badung dan Perumda Air Minum Tirta Mangutama dalam mendukung pelayanan air, serta efektivitas penyelenggaraan pariwisata.
Menurut Bagus Alit Sucipta ketiga pokok tersebut mempunyai korelasi yang sangat besar untuk pembangunan di Kabupaten Badung.
Ia mencontohkan terkait persoalan pelayanan air telah menjadi salah satu perhatian utama, khususnya di wilayah Badung Selatan dengan berbagai keluhan masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti dengan solusi nyata.
“Masyarakat tidak melihat apakah itu karena musim kemarau, pompa rusak dan sebagainya. Yang mereka tahu adalah pemerintah harus hadir dan memberikan solusi,” ungkap dia.
Kepala Bidang 1 BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, Ihsan Aprian menjelaskan exit meeting merupakan tahapan sebelum dilanjutkan ke pemeriksaan terinci yang secara tentatif akan dilaksanakan pada akhir Oktober hingga Desember 2026.
Menurut dia pemeriksaan pendahuluan tersebut merupakan bagian untuk menentukan fokus pemeriksaan terinci berdasarkan risiko dan permasalahan yang signifikan.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Badung serta seluruh OPD terkait atas dukungan dan kerja sama yang baik selama pemeriksaan pendahuluan ini,” jelas dia.
Ia menambahkan sejumlah catatan awal dari pemeriksaan pendahuluan itu di antaranya terkait penyusunan tata ruang, penerbitan KKPR, penyelenggaraan pariwisata serta pelayanan air minum.
Sedangkan pada Perumda Air Minum Tirta Mangutama, beberapa hal yang menjadi perhatian yakni terkait pengukuran debit air baku, penggunaan volume air baku, kehilangan air dan kontinuitas pelayanan.
Pewarta: Naufal Fikri Yusuf/Rolandus Nampu
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.