gop-crypto.vip

Pemkab Agam usulkan normalisasi sungai ke BWS antisipasi banjir bandang susulan

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan normalisasi Sungai Batang Kumayo, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya ke Balai Wilayah Sungai (BWS) V, karena terjadi pendangkalan dampak curah hujan tinggi, Senin.

"Kita telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V terkait pendangkalan aliran sungai dan diminta untuk dinormalisasikan dalam antisipasi banjir bandang susulan," kata Kepala BPBD Agam Rahmat Lasmono didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Minggu.

Ia mengatakan aliran sungai tersebut tertimbun material berbatuan semenjak banjir bandang melanda daerah itu pada akhir November 2025 dan sudah dibersihkan sebelumnya.

Namun saat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu, Senin (6/7/2026), kembali tertimbun mengakibatkan air meluap dan mengenangi rumah warga di dua jorong.

"Ini sudah berulang kali terjadi karena material berbatuan cukup labil dan apabila hujan bakal menimbun badan sungai, sungai terjadi pendangkalan," katanya.

Ia menambahkan banjir bandang melanda Jorong Labuah dan Jorong Kubu Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya mengakibatkan 80 warga mengungsi, Senin (6/7/2026).

Banjir merendam dua unit rumah warga di Jorong Labuh dengan ketinggian mencapai 50 centimeter, 50 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan masyarakat.

Sementara di Jorong Kubu, air merendam dua unit rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 centimeter, sehingga masyarakat mengungsi ke rumah kerabat sebanyak 30 jiwa.

Banjir juga merendam jalan sepanjang delapan meter dengan ketinggian mencapai 60 centimeter, sehingga sulit dilewati kendaraan.

"Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang. Saat kejadian lampu di lokasi sempat padam dan jaringan telpon seluler juga hilang," katanya.

Ia menambahkan saat ini kondisi banjir sudah surut dan masyarakat sudah kembali ke rumahnya.

Banjir bandang tersebut akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu semenjak Senin (6/7/2026) siang.

Ditambah Sungai Batang Kumayo terjadi pendangkalan dampak banjir bandang melanda daerah itu beberapa kali semenjak November 2025, sehingga air meluap.