gop-crypto.vip

Pemkab Agam alokasikan TKD Rp7,40 miliar bangun sekolah terdampak bencana

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera mengalokasikan dana Transfer ke Daerah (TKD) Rp7,40 miliar untuk membangun ruang kelas baru, sarana prasarana dan pengadaan meubelair sekolah terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Andri di Lubuk Basung, mengatakan dana tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru Taman Kanak-kanak (TK), pembangunan sarana prasarana SD, SMP, pengadaan meubelair dan lainnya.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO-Disdikbud Agam. (Pembangunan sekolah terdampak bencana alam)

"Pembangunan sedang berjalan sebagian dan ada sedang dalam proses lelang," katanya didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Aslim.

Ia mengatakan dana Rp7,40 miliar itu digunakan untuk pengelolaan pendidikan anak usia dini atau pembangunan ruang kelas baru TK Cahaya Mecca Tanjung Mutiara dengan dana Rp799,03 juta.

Lalu pembangunan TK Aisyiyah Labuah Kecamatan Tanjung Raya Rp393,42 juta dan pembangunan TK Al Hidayah Kecamatan Palupuh Rp531,75 juta.

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam

Untuk tiga TK tersebut, pembangunan sedang berjalan dengan nilai kontrak TK Cahaya Mecca Rp715,72 juta, TK Aisyiyah dengan kontrak Rp342,78 juta dan TK Al Hidayah dengan kontrak Rp485,61 juta.

"Pelaksanaan telah dimulai pada Agustus 2026 sampai akhir tahun," katanya.

Ia menambahkan pembangunan sarana prasarana dan utilitas SD berupa pembangunan toilet SDN 09 Bancah dan pembangunan kantor senilai Rp2,58 miliar, dengan nilai kontrak Rp1,97 miliar.

Pembangunan Dam SDN 10 Angge Palimbatan Rp932,18 juta dengan nilai kontrak Rp694,01 juta. Pembangunan toilet SDN 01 Cimpago Rp130 juta dan saat ini sedang proses lelang.

Setelah itu pengelola pendidikan SD atau pengadaan meubelair SDN 01 Cimpago Rp114,61 juta, pengadaan meubelair SDN 10 Angge Palimbatan Rp114,61 juta.

"Pengadaan meubelair dua sekolah ini sedang dalam proses lelang," katanya.

Selanjutnya pengelola pendidikan SMP atau pembangunan sarana prasarana dan utilitas sekolah berupa pembangunan Dam SMP 2 Tanjung Mutiara senilai Rp397,29 juta yang sedang proses lelang.

Pembangunan Dam SMPN 4 Tanjung Raya Rp392,29 juta yang sedang proses lelang, pembangunan Dam SMPN 4 Palupuh Rp195,82 juta yang sedang proses lelang dan pembangunan pagar SMPN 1 Ampek Nagari Rp60,94 juta yang sedang proses lelang.

Selain itu pengelola pendidikan SMP atau rehabilitasi sedang, berat sarana prasarana dan utilitas sekolah berupa rehabilitasi SMP Islam Raudhatul Thalibin Tantaman Rp563,50 juta dan sedang proses lelang.

Pengelola pendidikan SMP atau pengadaan perlengkapan sekolah berupa belanja modal meubelair Rp84,74 juta dan sedang proses lelang.

"Kita menargetkan proses lelang selesai dalam waktu dekat, sehingga bisa pembangunan atau pengadaan bisa dilakukan secepatnya," katanya.

Saat ini juga dilakukan pembangunan dan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana melalui program bantuan pemerintah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Bangunan sekolah di Agam sedang proses pembangunan. ANTARA/HO/Disdikbud Agam