Pemerintah Mataram jamin ketersediaan stok daging sapi selama Maulid Nabi
Koordinasi dan pengawasan distribusi sapi hidup terus kami dilakukan agar ketersediaan daging di Kota Mataram tetap terjaga.
Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), memastikan stok daging sapi dan ayam di Kota Mataram aman menjelang peringatan Hari Besar Keagamaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.
"Stok daging sapi dan ayam untuk perayaan Maulid, insya Allah aman terkendali," kata Kepala Bidang Peternakan di Distan Kota Mataram Lalu Hapiludin, di Mataram, Sabtu.
Keamanan stok daging tersebut dipastikan karena setiap menjelang hari besar keagamaan, Distan Mataram meningkatkan jumlah rekomendasi pemasukan ternak di Kota Mataram untuk menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Apalagi, Kota Mataram menjadi salah satu daerah di Pulau Lombok yang merayakan Maulid Nabi dengan besar-besaran, selama satu bulan secara bergantian di setiap lingkungan.
Untuk itu, pasokan sapi hidup terus dipenuhi dari daerah penunjang seperti Pulau Sumbawa maupun luar provinsi dan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama momentum Maulid Nabi, kuota rekomendasi pemasukan sapi ditingkatkan.
Misalnya, jika hari-hari biasa rekomendasi dikeluarkan sebanyak 10 rekomendasi, namun untuk mendukung perayaan hari besar keagamaan bisa ditambah menjadi 15 rekomendasi atau lebih.
"Satu rekomendasi bisa untuk 10 ekor sapi, termasuk ternak dari luar provinsi," katanya.
Di sisi lain, katanya lagi, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Maulid Nabi, aktivitas pemotongan sapi di dua titik rumah potong hewan (RPH) di Kota Mataram yakni RPH Majeluk dan Gubuk Mamben, mulai mengalami kenaikan secara bertahap.
"Pemotongan yang biasanya 40 ekor di dua RPH, sekarang sudah mulai meningkat menjadi sekitar 45 ekor hingga 50 ekor per hari," katanya lagi.
Peningkatan permintaan itu juga berdampak pada pergerakan harga daging sapi segar di pasar. Harga daging tercatat merangkak naik rata-rata kenaikan sekitar Rp5.000 per kilogram.
Saat ini, daging sapi kelas 2 di pasaran dijual pada kisaran Rp130.000 per kilogram dari harga normal sebelumnya Rp120.000 hingga Rp125.000 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kelas 1 menyentuh harga kisaran Rp140.000 per kilogram dari harga Rp135.000 per kilogram.
Kendati demikian, pihak Dinas Pertanian menilai kenaikan harga tersebut merupakan dinamika biasa yang terjadi menjelang hari besar keagamaan akibat tingginya konsumsi masyarakat.
"Namun, koordinasi dan pengawasan distribusi sapi hidup terus kami dilakukan agar ketersediaan daging di Kota Mataram tetap terjaga," katanya.
Sementara itu, ujarnya lagi, untuk komoditas daging ayam, pihaknya juga memastikan pasokan dari daerah penunjang lokal serta daging ayam beku dari luar daerah berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026