gop-crypto.vip

Pemerintah kirim 1.476 patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi

Pemerintah kirim 1.476 patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi

Rabu, 5 Agustus 2026 16:40 WIB

Image Print

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari memberikan paparan dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (5/8/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi mengirim 1.476 patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah untuk melaksanakan riset, kajian, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam pernyataan video yang diterima, Rabu, mengatakan para patriot muda tersebut direkrut dari 10 perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.

"Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi telah merekrut dan mengirim 1.476 patriot muda dari Tim Ekspedisi Patriot ke 53 kawasan transmigrasi untuk melaksanakan riset, kajian, dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Qodari.

Ia menjelaskan program tersebut merupakan kelanjutan Tim Ekspedisi Patriot 2025 yang sebelumnya menerjunkan 2.000 sumber daya manusia (SDM) unggul ke kawasan transmigrasi.

Pada 2026, pemerintah kembali menugaskan 1.476 SDM unggul di 53 kawasan transmigrasi, mulai dari Salor di Papua Selatan, Selaut di Aceh, Lunang Silaut dan Muara Takung Kamang Baru di Sumatera Barat, Batu Betumpang di Kepulauan Bangka Belitung, hingga Barelang di Kepulauan Riau.

Menurut Qodari, program tersebut melibatkan 10 perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

"Kemitraan ini merupakan kelanjutan Tim Ekspedisi Patriot 2025. Pada 2026, kemitraan bertambah dengan Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin," ujarnya.

Ia mengatakan perguruan tinggi mitra membantu proses verifikasi administrasi, seleksi, serta memberikan dukungan akademik kepada peserta sebelum diberangkatkan. Selama penugasan, masing-masing perguruan tinggi juga mendampingi kawasan yang menjadi lokasi riset.

Qodari mengatakan program tersebut diharapkan menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan.

"Program ini diharapkan mampu menjadikan kawasan transmigrasi sebagai laboratorium riset terapan yang menghasilkan rekomendasi kebijakan nyata untuk perencanaan, pembangunan, dan pengembangan kawasan yang didampingi akademisi," katanya.

Ia menambahkan pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan Papua dengan menempatkan sekitar 1.200 peserta atau sekitar 80 persen dari total anggota Tim Ekspedisi Patriot di 10 kawasan transmigrasi di wilayah tersebut.

Menurut Qodari, hasil riset Tim Ekspedisi Patriot akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan yang ditindaklanjuti secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat mendorong kawasan transmigrasi tumbuh menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026