gop-crypto.vip

Pembangunan Sekolah Rakyat Temanggung dipastikan tetap berada di Karanggedong

Pembangunan Sekolah Rakyat Temanggung dipastikan tetap berada di Karanggedong

Senin, 27 Juli 2026 15:59 WIB

Image Print

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jember, Jawa Timur. ANTARA/HO-Kementerian PU

Temanggung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung memastikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tetap berada di lahan milik pemerintah daerah di Desa Karanggedong, Ngadirejo, tidak mengalami perubahan.

Penjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo di Temanggung, Senin, menyampaikan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan kajian terhadap sejumlah lokasi alternatif yang dinilai belum memenuhi persyaratan pembangunan. Selain mempertimbangkan aspek strategis, kondisi kontur tanah di beberapa lokasi juga menjadi faktor penentu.

"Salah satu contohnya adalah lahan milik pemerintah daerah di Pingit. Bagian depan yang berada di sekitar rest area memang datar, tetapi bagian belakangnya sudah berupa lereng yang curam sehingga tidak memungkinkan untuk dibangun. Yang paling memungkinkan sekaligus strategis memang lahan di Karanggedong," katanya.

Hasil konsultasi dengan Kementerian Sosial juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat tetap memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung dengan luas lahan keseluruhan 5,2 hektare.

Saat ini, katanya Pemkab Temanggung berpacu dengan waktu untuk memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis. Kementerian Sosial memberikan tenggat penyelesaian persyaratan sebelum dimulainya pembangunan tahap III yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

"Kami berpacu dengan waktu. Kami memiliki komitmen bersama Kementerian Sosial untuk menyelesaikan seluruh persyaratan ini. Mudah-mudahan pada akhir Juli 2026 seluruh proses dapat terealisasi," katanya.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.