gop-crypto.vip

Pelaku usaha Aceh Tamiang dapat pembekalan ketahanan bisnis

Sebanyak 80 pelaku usaha di Kabupaten Aceh Tamiang mendapat pembekalan mitigasi risiko, ketahanan bisnis, dan strategi promosi digital untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana. Pendampingan tersebut diarahkan agar pelaku ekonomi kreatif dapat kembali berproduksi, beradaptasi, dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Pembekalan diberikan melalui lokakarya “Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih” yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, 11-12 September, dan diikuti pengusaha lokal, penggerak komunitas, serta perintis usaha baru berusia 18–45 tahun.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pemerintah hadir untuk mendorong kembali bergeraknya ekosistem ekonomi kreatif yang terdampak bencana. Penguatan kapasitas usaha menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga mampu membangun penghidupan yang lebih tangguh.

“Saya merasa bahagia melihat semangat untuk bangkit dari Aceh Tamiang. Kami hadir dalam upaya pemberdayaan ekonomi pascabencana, amanah yang diberikan kepada kami hari ini adalah bagaimana mendorong ekosistem ekonomi kreatif agar dapat kembali bergerak dan tumbuh lebih besar. Fokus utamanya adalah bagaimana masyarakat tetap bisa berdaya di tengah kondisi pascabencana ini,” kata Teuku Riefky.

Lokakarya tersebut memberikan pembekalan praktis mengenai mitigasi risiko dan ketahanan usaha serta strategi promosi digital. Materi kebencanaan disampaikan Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Samudra Furqan Ishak Aksa, sedangkan materi media digital dipandu praktisi media digital Hardian Lutfi Silitonga.

Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk memahami risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha, menyiapkan langkah adaptasi, serta memanfaatkan kanal digital untuk memperluas promosi dan menjangkau konsumen. Menteri Ekraf juga berinteraksi dan membuat konten bersama peserta sebagai bagian dari praktik pemanfaatan media digital.

Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih turut mengoptimalkan ruang yang tersedia, termasuk gedung yang sebelumnya terdampak banjir, sebagai tempat pelatihan dan kolaborasi. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali aktivitas kreatif sekaligus memperkuat jejaring antar-pelaku usaha di Aceh Tamiang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut dikoordinasikan Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Muhammad Tito Karnavian melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi, dan masyarakat.

Lokakarya diharapkan menghasilkan pelaku usaha yang lebih tangguh menghadapi risiko, mampu beradaptasi secara digital, dan siap kembali produktif. Penguatan keterampilan dan jejaring usaha tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi Aceh Tamiang agar memberikan dampak langsung bagi penghidupan masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Suibun Anwar, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, serta Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Farij. Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital Neil El Himam, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, serta Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal.