Pekerja informal di Jawa Barat mendominasi di tengah 1,79 juta pengangguran - ANTARA News Jawa Barat
Bandung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat struktur ketenagakerjaan Jabar periode Mei 2026 didominasi oleh sektor informal yang terus membengkak hingga 55,99 persen, seiring pengangguran terbuka yang masih berada di angka 1,79 juta orang.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Jumat, menyebutkan meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) secara persentase turun tipis menjadi 6,61 persen, tapi secara kuantitas jumlah penganggur absolut justru mengalami penambahan sebanyak 6,14 ribu orang dibanding periode Februari 2026.
Dia menyampaikan bahwa jumlah penduduk bekerja di Jawa Barat sebenarnya bertambah 205,31 ribu orang sehingga totalnya menjadi 25,31 juta orang, diikuti peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 68,46 persen.
"Penyerapan tenaga kerja menurut lapangan usaha masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 21,71 orang (naik 20,23 ribu orang). Diikuti sektor industri sebesar 18,21 persen (naik 8,64 ribu orang), kemudian pertanian sebesar 15,54 persen (naik 24,63 ribu orang)," ujar Ari menjelaskan.
Berdasarkan tingkat pendidikan, pasar kerja di Jawa Barat masih sangat didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan rendah, di mana lulusan SD ke bawah mendominasi sebesar 35,12 persen (8,89 juta orang), disusul lulusan SMP sebesar 18,52 persen (4,69 juta orang), dan SMA sebesar 18,27 persen (4,62 juta orang).
Dari sisi status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai sebesar 40,46 persen dan berusaha sendiri sebesar 22,32 persen, dengan porsi pekerja penuh yang meningkat menjadi 72,15 persen.
Meningkatnya porsi pekerja informal hingga mendekati sangat tipis ke angka 56 persen ini, menurut Ari, mencerminkan tantangan kualitas lapangan kerja di Jawa Barat.
Ia menjelaskan, kondisi itu mencerminkan sebagian besar masyarakat terserap pada pekerjaan yang belum terlindungi jaminan ketenagakerjaan formal.
"Di sisi lain, proporsi pekerja informal meningkat menjadi 55,99 persen. Persentase pekerja penuh juga naik menjadi 72,15 persen, mencerminkan semakin banyak penduduk yang bekerja dengan jam kerja penuh," tutur Ari.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.