gop-crypto.vip

Pegawai SPPG yang Olok-olok Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Dipecat

Senin, 21 September 2026 - 12:20 WIB

VIVA –Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta memberhentikan salah satu pegawai SPPG di wilayah Muntuk, Kemantren Dligo, Kabupaten Bantul, DIY menyusul dengan pernyataannya yang mengolok-olok siswa SMA di Kabupaten Karo Sumatera Utara yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Baca Juga

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko menjelaskan keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan MBG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," kata dia dalam keterangan resminya yang diterima Senin 21 September 2026.

Baca Juga

Gagat menjelaskan bahwa setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Ketika terdapat masyarakat atau penerima manfaat yang diduga terdampak, seluruh jajaran harus mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, serta sikap saling menghormati, bukan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan ataupun olok-olok.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran SPPG untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Setiap pernyataan yang disampaikan oleh personel SPPG dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap penyelenggaraan Program MBG secara keseluruhan.

Baca Juga

"Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat. Jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja kita," kata dia.

Gagat  mengarahkan seluruh jajaran BGN Regional DIY untuk tidak terjebak dalam polemik, tetapi menjadikan persoalan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap Program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, seluruh SPPG harus menjawab perhatian tersebut melalui kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang baik.

"Kami mengarahkan seluruh jajaran untuk fokus bekerja. Tingkatkan kualitas pelayanan, pastikan keamanan pangan, laksanakan SOP, perkuat pengawasan, dan berikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Saat ini masyarakat memberikan perhatian yang besar terhadap Program MBG, maka jawab perhatian tersebut dengan kinerja yang semakin baik," kata dia.

Halaman Selanjutnya

BGN secara nasional juga terus memperkuat tata kelola SPPG dan menempatkan kepatuhan terhadap SOP sebagai perhatian utama dalam menjaga keamanan pangan. BGN juga telah mengambil langkah tegas terhadap SPPG maupun personel ketika ditemukan persoalan yang memerlukan penindakan, termasuk suspend operasional dan pencopotan kepala SPPG dalam kasus tertentu.