Pasukan Israel Lepaskan Tembakan di Dekat Tentara Lebanon Selatan
Bagikan:
JAKARTA - Pasukan Israel melepaskan tembakan di dekat unit-unit tentara Lebanon di Lebanon selatan. Pihak Lebanon menyatakan tindakan tersebut dapat menghambat pelaksanaan langkah-langkah awal yang krusial dari kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh AS.
Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang ditandatangani bulan lalu bertujuan mengalihkan kendali wilayah di Lebanon selatan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke militer Lebanon. Proses bertahap ini dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari beberapa "zona percontohan" di dekat apa yang disebut sebagai "Garis Kuning" (Yellow Line), yang menandai batas wilayah yang diduduki oleh militer Israel.
Tentara Lebanon pada Selasa, 21 Juli, menyatakan mereka sedang bergerak menuju Zawtar al-Gharbiya, kota di wilayah selatan negara itu, ketika IDF mendekati kawasan pinggiran kota tersebut dan melepaskan tembakan di dekat unit-unit mereka.
Tentara Lebanon menyatakan tindakan semacam itu dapat menghambat pelaksanaan langkah-langkah pengerahan pasukan di wilayah-wilayah percontohan tersebut.
Sementara IDF mengatakan pasukan Lebanon memasuki kota terdekat, Zawtar al-Sharqiyah, yang menurut mereka bukan merupakan bagian dari wilayah percontohan.
Tentara Lebanon membantah telah memasuki kota tersebut. Menurut IDF, pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke udara, dan unit-unit Lebanon kemudian mundur tanpa ada laporan mengenai korban luka.
"IDF meminta Angkatan Bersenjata Lebanon untuk terus beroperasi sesuai dengan kesepahaman yang ada dan di dalam wilayah-wilayah yang telah disepakati," demikian pernyataan militer Israel dilansir dari CNN, Selasa, 22 Juli.
"Setiap penyimpangan dari wilayah-wilayah tersebut tanpa koordinasi sebelumnya dapat membahayakan pasukan mereka sendiri,” sambungnya.
Kesepakatan yang ditengahi AS ini pada akhirnya bertujuan untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon selatan dan mengarah pada perjanjian damai yang lebih luas antara kedua negara yang bertetangga tersebut. Israel telah terlibat konflik dengan Hizbullah, sebuah kelompok militan Lebanon yang didukung Iran, sejak awal Maret.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+