gop-crypto.vip

Pasukan AS kembali lancarkan serangan terhadap sasaran militer di Iran

Washington (ANTARA) - Angkatan bersenjata Amerika Serikat melancarkan serangan terbaru terhadap sasaran militer Iran, Rabu (22/7) waktu setempat, kata Komando Pusat AS (CENTCOM).

Serangan udara terbaru itu dimulai pada Rabu pukul 17.30 Eastern Time, atau Kamis (23/7) pukul 04.30 WIB, demikian diumumkan CENTCOM AS melalui platform X.

"Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan di kawasan tersebut," kata komando AS itu.

Sebelumnya pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan sebuah jembatan atau pembangkit listrik di Iran setiap kali negara itu menembaki kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki sebuah kapal di Selat Hormuz, baik menggunakan Rudal, Roket, Drone, maupun perangkat atau senjata lainnya, AS akan mengebom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang berada di dekat atau di Ibu Kota Teheran," tulis Trump di platform Truth Social.

Sebagai tanggapan, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando militer utama Iran, pada Rabu memperingatkan bahwa jika AS menyerang infrastruktur Iran, Iran akan memblokir seluruh ekspor minyak dari Asia Barat serta menargetkan infrastruktur minyak, gas, listrik, dan ekonomi di kawasan Timur Tengah, menurut sejumlah laporan media.

Markas militer Iran tersebut menambahkan bahwa ancaman yang terus dilontarkan AS hanya akan menyebabkan kian meluasnya perang di kawasan itu dan bahkan hingga ke luar kawasan.

Sebanyak 68 persen warga dewasa AS menilai perang dengan Iran "tidak layak untuk diperjuangkan", sementara 28 persen menyatakan sebaliknya, ungkap sebuah jajak pendapat The Washington Post-Ipsos yang dirilis pekan lalu.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.