Pastikan penuhi syarat, BKHIT Maluku kawal ekspor 2,9 ton tuna ke Jepang dan AS - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawal ekspor sebanyak 2,9 ton tuna segar asal Maluku ke Jepang dan Amerika Serikat (AS) guna memastikan komoditas perikanan tersebut memenuhi persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan, di Ambon, Jumat, mengatakan pengawalan dilakukan sejak pemeriksaan komoditas hingga proses pemuatan (stuffing) sebelum tuna diberangkatkan melalui jalur udara.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan tuna segar yang akan diekspor memenuhi persyaratan karantina dan protokol negara tujuan, sehingga kualitas dan keamanan produk tetap terjaga hingga sampai ke konsumen,” ujarnya.
Dari total volume tersebut, sebanyak 1,9 ton tuna segar ditujukan ke Jepang, sedangkan satu ton lainnya dikirim ke AS.
Tuna yang diekspor merupakan jenis tuna sirip kuning (yellowfin tuna) yang berasal dari perairan Maluku dan diproses melalui salah satu Unit Pengolahan Ikan (UPI) di Kota Ambon.
Menurut Willy, pemeriksaan pada tahap stuffing dilakukan secara menyeluruh, mencakup kondisi fisik ikan, suhu komoditas, kondisi dan higienitas wadah atau boks pengiriman, kesesuaian jenis serta jumlah komoditas, hingga kelengkapan dokumen ekspor.
Pengawasan tersebut, kata dia, menjadi bagian penting dalam memastikan setiap komoditas perikanan yang dilalulintaskan ke luar negeri memenuhi standar kesehatan ikan dan ketentuan karantina.
BKHIT Maluku juga memastikan komoditas yang diekspor terbebas dari Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK) sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
“Pemenuhan persyaratan karantina bukan hanya untuk kelancaran proses ekspor, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan negara tujuan terhadap produk perikanan Indonesia,” kata Willy.
Ia menilai pengiriman tuna segar ke Jepang dan AS menunjukkan peluang pasar internasional bagi komoditas perikanan asal Maluku masih terbuka.
Potensi sumber daya perikanan Maluku, menurut dia, dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil laut sekaligus memperluas manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan.
Willy menegaskan BKHIT Maluku akan memperkuat pengawasan dan pelayanan karantina agar proses lalu lintas komoditas ekspor dapat berlangsung sesuai ketentuan.
“Kami terus mendorong pelayanan karantina yang cepat, transparan, dan akuntabel, dengan tetap memastikan seluruh persyaratan kesehatan dan keamanan komoditas terpenuhi,” ujarnya.
Pengawasan karantina tersebut diharapkan dapat menjaga akses pasar produk perikanan Maluku, sekaligus mendukung peningkatan daya saing komoditas daerah di pasar global.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.