Pasis Sesko TNI perkuat kemampuan Babinsa tangani karhutla - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Perwira Siswa Sekolah Komando (Pasis Sesko) TNI Dikreg LVI TA 2026 turun langsung menjadi tenaga penyuluh penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di jajaran Kodim wilayah Kodam VI/Mulawarman untuk memperkuat kesiapsiagaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
"Pencegahan adalah kunci. Babinsa harus menjadi ujung tombak edukasi dan deteksi dini di wilayah masing-masing,” kata Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono di Balikpapan, Selasa.
Penyuluhan yang dibawakan oleh Pasis Sesko TNI ini mencakup strategi penanganan karhutla, pemetaan wilayah rawan, serta pola koordinasi lintas instansi.
Para Pasis merupakan prajurit yang telah melalui pendidikan komando, sehingga terbiasa dengan navigasi medan sulit, pengambilan keputusan cepat, dan operasi tim kecil yang menuntut ketahanan fisik serta disiplin tinggi.
Materi yang disampaikan menekankan teknik deteksi dini titik panas (hotspot), pemanfaatan aplikasi pemantauan satelit, serta langkah cepat saat muncul indikasi kebakaran.
Babinsa diminta aktif memantau kondisi lapangan serta melaporkan perubahan cuaca atau aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pola patroli terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kehutanan, dan unsur kepolisian.
Patroli gabungan ini diharapkan dapat menekan potensi kebakaran sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Penyuluhan juga menyoroti pentingnya kesiapan peralatan pemadaman lapangan, termasuk sumber air, pompa portabel, dan perlengkapan keselamatan personel.
TNI menekankan bahwa respons cepat di tahap awal kebakaran sangat menentukan luas area yang bisa diselamatkan.
Mayjen TNI Krido Pramono menyebut keterlibatan masyarakat sebagai faktor penting dalam pencegahan karhutla.
Edukasi mengenai bahaya asap, dampak kesehatan, dan risiko kerugian ekonomi harus terus disampaikan agar warga lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan.
Kodam VI/Mulawarman mencatat sejumlah titik rawan karhutla di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), terutama pada area dengan vegetasi kering dan lahan yang pernah terbakar pada tahun-tahun sebelumnya.
Babinsa diminta memperbarui data wilayah rawan dan memastikan jalur evakuasi serta akses pemadaman tetap dapat digunakan.
Melalui penyuluhan ini, TNI berharap koordinasi di lapangan semakin solid sehingga penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan aman.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Kodam VI/Mulawarman menghadapi puncak musim kemarau.
Pewarta: Arumanto/Novi Abdi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.