Partisipasi pendidikan anak usia dini di Banjarmasin capai 90,5 persen - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hj. Neli Listriani mengungkapkan, partisipasi pendidikan anak usia dini di kotanya terus naik setiap tahunnya hingga kini mencapai 90,5 persen.
Dia di Banjarmasin, Rabu, mengungkapkan, kenaikan ini berdasarkan data PAUDPEDIA, yakni pusat informasi dan pengelolaan data resmi dari Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Dalam data tersebut, ucap dia, tercatat Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD Banjarmasin meningkat dari 72,5 persen pada 2024 menjadi 89,6 persen pada 2025 dan 90,5 persen pada 2026.
Lebih lanjut dia mengatakan, tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan partisipasi benar-benar menjangkau seluruh anak, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi, informasi, maupun kondisi keluarga.
"Jangan sampai kondisi ekonomi menjadi alasan anak tidak mendapatkan kesempatan belajar sejak dini. Kita ingin setiap anak Banjarmasin punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan prasekolah,” tegasnya.
Karena itu, Bunda PAUD bersama TP PKK Kota Banjarmasin mendorong penguatan edukasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui jejaring Bunda PAUD, Pokja Bunda PAUD, serta kader PKK.
Bagi Neli, kekuatan gerakan tersebut terletak pada kedekatan kader dengan keluarga. Edukasi mengenai pentingnya pendidikan prasekolah tidak harus selalu hadir dalam bentuk program besar, tetapi dapat dimulai dari percakapan sederhana dan pendampingan langsung kepada orang tua.
Baca juga: Banjarmasin operasikan mobil pintar untuk siswa PAUD dan TK
“Mengingatkan satu orang tua, mengajak satu anak, atau menyampaikan informasi tentang pentingnya pendidikan prasekolah juga merupakan bagian dari gerakan,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan prasekolah bukan semata tentang kemampuan akademik. Anak perlu memperoleh ruang untuk belajar berinteraksi, mengenal lingkungan, membangun rasa percaya diri, mengembangkan kemandirian, serta mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya.
Karenanya dia mendorong penguatan pelaksanaan wajib belajar 1 tahun pendidikan prasekolah sebagai langkah strategis memastikan setiap anak memiliki fondasi yang kuat sebelum memasuki pendidikan dasar.
Menurut Neli, satu tahun pendidikan prasekolah bukan sekadar masa persiapan masuk sekolah dasar, melainkan fase penting untuk membangun karakter, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, rasa percaya diri, dan kesiapan belajar anak.
Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.