gop-crypto.vip

Parigi Moutong jadi percontohan nasional penanganan kematian ibu-anak

Parigi Moutong jadi percontohan nasional penanganan kematian ibu-anak

Sabtu, 3 Oktober 2026 11:30 WIB

Image Print

Arsip- Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Penelitian Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong Irwan memberikan keterangan terkait program prioritas daerah. ANTARA/Moh Ridwan

Parigi, Sulteng (ANTARA) - Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi percontohan nasional percepatan penurunan kasus kematian ibu dan anak.

"Pada 2025, kasus kematian ibu di Parigi Moutong 10 kasus, kemudian kematian bayi baru lahir sebanyak 70 kasus," kata Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan dan Penelitian Daerah (Bappelitbangda) Parigi Moutong Irwan di Parigi, Sabtu.

Ia menjelaskan atas kondisi itu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih Parigi Moutong sebagai lokasi perintisan Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak (KKNPKIA) di Sulawesi Tengah.

Pemilihan Parigi Moutong mempertimbangkan sejumlah kondisi daerah, di antaranya karakteristik geografis, kapasitas fiskal maupun urgensi penanganan kasus kematian ibu dan anak yang masih tinggi.

"Atas perencanaan itu kami menindaklanjuti dengan menggandeng Yayasan IPAS Indonesia melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) KIA dan Kerangka Kerja Daerah (KKD) KIA untuk periode 2027–2031yang disusun di Parigi," ujarnya.

Ia mengemukakan RAD KIA harus menghasilkan program yang aplikatif dan dapat dilaksanakan setiap perangkat daerah, bukan sekadar dokumen perencanaan.

“Perencanaan disusun tidak lagi bersifat umum, jadi harus aplikatif dan siap dilaksanakan. Indikatornya harus jelas,” ucap Irwan.

Pemerintah daerah (pemda), kata dia, perlu mengubah pendekatan dalam menangani persoalan kesehatan ibu dan anak, masyarakat tidak boleh ditempatkan sebagai pihak yang disalahkan. Pemerintah harus berinovasi untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas adat terpencil.

Pada penyusunan RAD KIA pemerintah menggunakan analisis karakteristik wilayah selatan, tengah dan utara Parigi Moutong dengan melibatkan masyarakat melalui lokakarya dan diskusi kelompok terarah atau FGD dari tingkat desa hingga kabupaten.

Pemkab Parigi Moutong juga berkomitmen memperhatikan sejumlah permasalahan kesehatan lainnya, termasuk angka perkawinan anak yang mencapai 13,49 persen pada 2024 dan cakupan pemeriksaan kehamilan atau ANC enam kali yang baru mencapai 44,25 persen.

"Akses sanitasi dan air minum layak juga masih menjadi tantangan," kata dia.

Ia menuturkan eklamsia atau komplikasi kehamilan menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu tahun 2025, sementara pada kematian bayi gangguan respirasi dan kardiovaskular tercatat sebagai penyebab yang dominan.

"Pemicu-pemicu itu menjadi perhatian kami dalam penyusunan RAD KIA. Fenomena sebelumnya menjadi bahan evaluasi dalam menekan kasus kematian ibu dan anak," kata dia.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026