ParagonCorp Libatkan 14 Ribu Karyawan dalam Program CSR Berbasis SDM
Pendekatan itu yang dijalankan ParagonCorp melalui program Paragonian Bergerak.
Program tersebut melibatkan lebih dari 14.000 karyawan di 45 lokasi operasional di Indonesia sepanjang Agustus hingga Desember 2025, mulai dari kantor pusat, pabrik, hingga 43 kantor cabang yang tersebar dari Aceh hingga Ternate.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya: Pelatihan 25 Kepala Daerah di Singapura Didanai CSR, Bukan APBN
Lewat program tersebut, karyawan dari berbagai jenjang, termasuk pekerja frontline, operasional, hingga tenaga alih daya, diberi kesempatan memimpin berbagai proyek sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.
Sepanjang pelaksanaannya, Paragonian Bergerak menjalankan 151 inisiatif sosial, mulai dari edukasi pencegahan stunting, pendampingan pelaku UMKM, pemetaan potensi siswa dari keluarga prasejahtera, rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove, hingga pendampingan kesehatan mental bagi anak-anak panti asuhan.
Seluruh kegiatan dirancang bersama mitra lokal melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, target dampak, tata kelola, hingga keberlanjutan program setelah implementasi.
Pendekatan tersebut membawa ParagonCorp meraih Gold Award kategori Excellence in ESG & CSR Initiatives dalam ajang The Economic Times Human Capital Awards (ETHCA) Southeast Asia 2026 yang berlangsung di Singapura pada 24 Juli 2026.
Penghargaan diberikan setelah melalui proses seleksi dua tahap yang mencakup evaluasi dokumen serta penilaian dewan juri yang terdiri dari Chief Human Resources Officer (CHRO) dan pemimpin bisnis independen dari kawasan Asia Tenggara. Kompetisi tersebut diikuti ratusan organisasi dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Director Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni mengatakan, perusahaan meyakini bahwa kegiatan sosial seharusnya tidak hanya menghasilkan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bagi setiap karyawan.
"Di Paragon, kami percaya bahwa kebermanfaatan bukan hanya sesuatu yang dihasilkan perusahaan, tetapi juga sesuatu yang perlu dialami oleh setiap Paragonian. Melalui Paragonian Bergerak, kami ingin setiap insan di ParagonCorp, apa pun perannya, memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat," ujar Astri Wahyuni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam proyek sosial memberikan ruang bagi karyawan untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, hingga pengambilan keputusan dalam situasi nyata.
Baca Juga: Solusi Jitu Pengolahan Sampah Kemasan, Paragon Empties Station Hadir di Halte CSW
"Kami percaya bahwa ketika seseorang merasakan pekerjaannya terhubung dengan tujuan yang lebih besar, ia tidak hanya tumbuh sebagai individu, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat budaya kebermanfaatan sebagai bagian dari perjalanan Paragon untuk bertumbuh bersama masyarakat," katanya.
Dalam implementasinya, Paragonian Bergerak juga membuka kesempatan kepemimpinan yang lebih luas bagi karyawan di lini operasional dan frontline.
Mereka mendapat pendampingan dari para pemimpin di masing-masing wilayah untuk memimpin proyek lintas fungsi sekaligus memperkuat kesiapan mengambil tanggung jawab yang lebih besar di lingkungan kerja.
Selain melibatkan manajemen puncak dalam penyusunan konsep, setiap usulan kegiatan juga melalui proses evaluasi yang mencakup validasi kebutuhan masyarakat, pengukuran target dampak, efisiensi penggunaan sumber daya, serta keberlanjutan program.
ParagonCorp menilai pendekatan tersebut mampu memperkuat keterhubungan antara pekerjaan sehari-hari dengan tujuan perusahaan. Dengan demikian, aktivitas CSR tidak hanya menjadi program perusahaan, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran yang mendorong pengembangan karakter dan kompetensi karyawan.