PAM Jaya targetkan SWRO segera beroperasi di Pulau Kelapa Dua
Jakarta (ANTARA) - PAM Jaya menargetkan Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua dapat segera beroperasi kembali dan memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di pulau setempat.
“Tim kami masih bekerja melakukan investigasi kerusakan mesin tersebut. Jika hanya perbaikan ringan, maka Sabtu ini akan bisa kembali beroperasi,” kata Senior Manager Corporate Communication PAM Jaya Gatra Vaganza di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan SWRO itu menggunakan membran yang sangat padat dan rapat, air yang difilter banyak dari air laut, serta pompa bertekanan tinggi atau high pressure.
“Karena kondisi operasional yang tidak optimal, jadi tidak terdorong dan air tidak keluar,” ujar Gatra.
Dia menegaskan saat ini, tim masih terus bekerja melakukan perbaikan dan pihaknya menunggu hasil investigasi di lapangan sehingga dapat diketahui upaya yang perlu dilakukan selanjutnya.
“Jika ternyata dilakukan perbaikan, paling lambat Sabtu (15 Agustus 2026) bisa beroperasi,” tutur Gatra.
Baca juga: Pemkab percepat pemeliharaan infrastruktur penyedia air bersih
Dia pun mengakui saat ini, air bersih untuk warga masih belum tersedia. Warga masih menampung air atau mengambil dari sumur bor yang memang tidak ideal.
“Kami berupaya agar kondisi ini segera berakhir dan sistem ini dapat segera ditangani,” ucap Gatra
Sebelumnya, Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan PAM JAYA untuk memastikan kendala pada fasilitas SWRO dapat segera ditangani, mengingat keberadaan air bersih sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kita ingin memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan. Karena itu, setiap kendala teknis harus segera ditangani dan dikoordinasikan agar produksi maupun distribusi air dapat kembali normal,” ujar Fadjar, Kamis (13/8)
Sementara itu, Koordinator SWRO PAM JAYA Pulau Kelapa Dua Andi Ardiansyah menyebutkan sejumlah kendala yang menyebabkan SWRO tidak dapat berproduksi secara normal.
Baca juga: Perluas layanan, PAM Jaya akan bangun 7.000 km jaringan pipa
Pertama, yaitu sensor pembaca tekanan membran tidak terbaca sehingga membuat mesin high pressure mati dan hidup. Kedua, yakni air hasil produksi berbau.
Menurut Andi, kondisi air yang berbau itu disebabkan kerusakan pada pompa lumpur yang mengakibatkan lumpur mengendap dan masuk ke jalur produksi. Selain itu, bahan kimia sodium hypochlorite (NaOCl) yang digunakan dalam proses pengolahan air juga telah habis.
“Pompa lumpur rusak dan tidak dapat membuang lumpur yang mengendap, sehingga lumpur masuk ke jalur produksi. Selain itu, tidak ada campuran bahan kimia NaOCl karena persediaannya sudah habis,” terang Andi.
Untuk itu, kata dia, pihak PAM JAYA telah menjadwalkan pengiriman teknisi dari kantor pusat untuk melakukan penanganan atas permasalahan tersebut pada hari ini, Jumat.
Secara kapasitas, SWRO Pulau Kelapa Dua memiliki waktu produksi sekitar 22 jam per hari dengan hasil produksi sekitar 19 meter kubik per hari. Sementara, waktu distribusi kepada masyarakat sekitar dua jam per hari, dengan volume distribusi berkisar 15 hingga 20 meter kubik per hari.
Baca juga: PAM Jaya siapkan bantuan air selama perawatan IPA Hutan Kota
Baca juga: PAM Jaya siagakan mobil tangki air selama perbaikan jaringan
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.