Palangka Raya salurkan 6.000 paket bahan tekan inflasi
Palangka Raya salurkan 6.000 paket bahan tekan inflasi
Kamis, 27 Agustus 2026 18:29 WIB
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin (berbaju purih) menyerahkan paket bahan pangan ke warga Kota Palangka Raya, Kamis (27/8/2026). ANTARA/Rendhik Andika
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) menyalurkan 6.000 paket bahan pangan melalui Pasar Murah sebagai salah satu upaya mengendalikan Harga dan pengendalian inflasi.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Kamis, menerangkan pelaksanaan pasar murah itu dilaksanakan di 10 lokasi berbeda dan dilaksanakan serentak serta dibuka secara hybrid.
"Paket ini terdiri dari 5kg beras premium, 1 liter minyak goreng premium dan 1kg gula pasir. Harga normal adalah Rp119.000 per paket, namun pemerintah memberikan subsidi Rp48.000 sehingga masyarakat hanya tinggal membayar Rp75.000 per paketnya," kata Fairid di salah satu lokasi Pasar Murah.
Dia menerangkan, 10 lokasi pelaksanaan pasar murah ini pertama di laksanakan di wilayah Kelurahan Pahandut dengan jumlah 1.800 paket, wilayah Kelurahan Langkai 950 paket, wilayah Kelurahan Panarung 900 paket, wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai 450 paket dan wilayah Kelurahan Kereng Bangkirai 450 paket.
Kemudian wilayah Kelurahan Palangka 1.000 paket, wilayah Kelurahan Bereng Bengkel, Kameloh Baru, Danau Tundai dan Bukit Tunggal masing-masing 100 paket serta di wilayah Kelurahan Menteng sebanyak 500 paket.
"Sebelum membeli paket bahan pangan yang disubsidi ini. Sebelumnya para lurah telah membagikan kupon kepada warga yang dinilai berkah menerima. Artinya pembelian paket hanya dapat dilakukan dengan membawa kupon," kata Fairid.
Plt Kepala DPKUKMP Samsul Rizal menambahkan, selain dalam pengendalian inflasi, Pasar Murah ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 RI yang dilaksanakan Pemerintah Kota Palangka Raya.
"Program ini juga bertujuan untuk mengendalikan harga bahan pokok di pasar sehingga masyarakat tetap mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Program yang juga bekerja sama dengan Forkopimda dan sejumlah pihak seperti Bulog, Bank Indonesia dan BPS ini juga bertujuan menjaga ketersediaan bahan pasokan serta memastikan ketersediaan bahan komoditas penting di pasar melalui kerja sama antar pihak terkait.
"Kegiatan ini juga bertujuan memastikan rantai distribusi bahan pangan dari daerah surplus ke daerah kita berjalan lancar sehingga tidak terjadi pembelian yang berlebihan oleh masyarakat atau konsumen," katanya.
Pewarta : _
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.