gop-crypto.vip

Pakar: Generasi muda ditantang bekerja optimal bersama akal imitasi

Pakar: Generasi muda ditantang bekerja optimal bersama akal imitasi

Rabu, 16 September 2026 23:23 WIB

Image Print

Direktur Kampus Binus Semarang Fredy Purnomo (kiri) bersama Dekan School of Computer Science Universitas Binus Derwin Suhartono saat peluncuran Program Artificial Intelligence di Semarang, Rabu (16/9/2026). ANTARA/HO-Universitas Binus Semarang

Semarang (ANTARA) - Pakar akal imitasi atau artificial intelligence (AI) Universitas Binus Derwin Suhartono menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan utama dalam mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

"Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI," katanya saat peluncuran Program Artificial Intelligence di Kampus Binus Semarang, Rabu.

Oleh karena itu, menurut dia, mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan akal imitasi, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.

Penguasaan akal imitasi, lanjut dia, juga perlu dilengkapi dengan pemahaman mengenai proses transformasi digital secara menyeluruh.

Ia menuturkan teknologi yang canggih tidak akan memberikan hasil optimal bila tidak dihubungkan dengan kebutuhan pengguna, kesiapan organisasi, serta tujuan yang ingin dicapai.

Direktur Kampus Binus Semarang Fredy Purnomo mengatakan transformasi digital membutuhkan talenta yang mampu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan manusia, bisnis, dan masyarakat.

"Transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperbaiki proses, menciptakan pengalaman yang lebih baik, dan memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan," katanya.

Menurut dia, ke depan mahasiswa tidak hanya mempelajari AI secara konseptual, tetapi juga harus memperoleh pengalaman.untuk mengembangkan dan menerapkan secara nyata.

Ia menilai pengalaman dalam menghadapi permasalahan nyata menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia profesional.

Oleh karena itu, menurut dia, mahasiswa perlu dibiasakan mengidentifikasi kebutuhan, mengolah data, mengevaluasi hasil, serta mengembangkan solusi teknologi yang dapat diterapkan secara bertanggung jawab.

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.