gop-crypto.vip

Pakar Cemas AI Musnahkan Manusia, Trump Tidak Takut

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis peringatan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat menimbulkan ancaman eksistensial bagi umat manusia. Pernyataan ini muncul menyusul gelombang peringatan dari para pakar internal laboratorium AI terdepan seperti Anthropic dan OpenAI.

Ketika ditanya apakah ia khawatir AI dapat menyebabkan kepunahan manusia, Trump menjawab, "Tidak, saya sama sekali tidak khawatir."

"Kekhawatiran saya justru jika kita tidak memenangkan persaingan AI, kita akan berada dalam posisi yang sangat buruk," kata sang presiden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kita memimpin cukup jauh di atas China, saya rasa sekitar satu tahun dan itu adalah jarak yang cukup besar," imbuhnya seperti dikutip detikINET dari CNBC.

AS dan China terjebak dalam pertarungan memperebutkan supremasi AI. Ketegangan kian meningkat seiring makin canggihnya AI asal China dan meluasnya adopsi di seluruh dunia.

Komentar Trump muncul setelah sejumlah peneliti di laboratorium AI terkemuka, termasuk OpenAI dan Anthropic, membunyikan alarm peringatan terkait pesatnya laju perkembangan teknologi tersebut.

Kekhawatiran Kian Meningkat

Peneliti Anthropic, Jacob Coxon, menyatakan bahwa ia mengundurkan diri dari perusahaan tersebut karena khawatir Anthropic dan pesaingnya, OpenAI, sedang berjudi dengan nyawa manusia.

Ia menambahkan bahwa mereka yang membangun AI percaya teknologi ini dapat membunuh umat manusia pada akhir dekade ini, pandangan yang belakangan juga disuarakan karyawan lain di laboratorium-laboratorium tersebut.

Banyak ketakutan mengenai keamanan AI berpusat pada model yang mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan performa mereka sendiri, sebuah teknik yang dikenal sebagai recursive self improvement (RSI) atau peningkatan diri secara rekursif.

"Sulit untuk menggambarkan betapa berbahayanya melaju terlalu cepat menuju RSI," ujar Jasmine Wang, peneliti keselarasan AI di OpenAI.

Kepala Ilmuwan OpenAI, Jakub Pachocki, mengaku punya dugaan kuat laju kemajuan AI dapat berlanjut hingga ke tahap peningkatan diri secara mandiri. "Saya khawatir tidak ada yang siap menghadapi konsekuensi dari kecerdasan mesin yang terus meningkat pesat," cetusnya.

Komentar Trump mencuat saat beberapa anggota parlemen dari Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat dalam mendukung pengawasan lebih ketat terhadap sistem AI tingkat lanjut.

Juli lalu, Anggota DPR AS Jay Obernolte dan Lori Trahan mengumumkan rencana untuk mengajukan rancangan undang-undang FRONTIER Act yang bertujuan untuk menetapkan kerangka kerja dalam mengatur penerapan model AI tingkat lanjut.

"Para peneliti keamanan mengundurkan diri, model-model AI yang kuat mulai keluar dari laboratorium mereka, namun perusahaan-perusahaan tetap saja melaju kencang. Sudah lewat waktunya bagi Kongres untuk sekadar menjadi penonton dan mulai melakukan tugasnya," tulisnya di X.

(fyk/fyk)

TAGS

LIHAT LAINNYA