Pakai Copyright, Taylor Swift Bikin Akun Trump Terancam Kena Banned
CNN Indonesia
Minggu, 09 Agu 2026 15:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Taylor Swift tak perlu banyak bicara dalam melawan Presiden Donald Trump. Ia cukup menghadapi tingkah Trump yang suka menggunakan lagunya di TikTok dengan laporan copyright atau hak cipta.
Dengan laporan tersebut, secara otomatis lagu yang digunakan tidak akan bisa digunakan lagi, atau lagu tersebut sudah dicabut dan tidak bisa lagi digunakan untuk melindungi hak cipta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi Swift ini bermula dari tim Trump menggunakan lagu august milik Swift dari album folklore (2020) sebagai lagu pengiring video Trump bersama Melania di TikTok yang diunggah pada 4 Agustus 2026.
Sejak dirilis pada 2020, lagu august selalu menjadi trending di media sosial seperti TikTok karena digunakan oleh jutaan penggemar Swift untuk merayakan lagu tersebut dan kedatangan bulan Agustus.
"Saya yakin @TaylorSwift bakal senang banget kita pakai lagunya! #taylorswift #maga #august" tulis tim Trump dalam keterangan video yang menampilkan Trump dan Melania menatap langit penuh kembang api serta bertuliskan "Suasana hati saat ini: karena sekarang bulan Agustus dan Donald Trump adalah presidenmu."
Kemudian pada Jumat (7/8), lagu august milik Swift yang disertakan Trump dalam video tersebut terpantau "mute" atau hilang dengan keterangan "The copyright owner hasn't made this sound available in your country."
Keterangan tersebut menunjukkan Swift selaku penulis dan pemilik hak cipta lagu mencabut izin penggunaan lagu tersebut di platform TikTok. Dengan begitu, lagu tersebut hilang dari seluruh konten yang menggunakan lagu itu dari wilayah asal konten.
Namun para penggemar mendapati bahwa hal tersebut hanya terjadi beberapa saat karena lagu itu kemudian tersedia kembali di AS. Hanya saja, unggahan video Trump tersebut tetap "mute".
Taylor Swift tidak berhenti di situ, penggemar mendapati berbagai unggahan Trump yang menggunakan lagu Taylor Swift juga telah "mute", seperti lagu Red dalam postingan 7 Agustus, Eras Tour dalam postingan 2 Juli, dan I Knew It I Knew You di postingan 10 Juni. Setidaknya penggemar mendapati ada 10 postingan Trump dengan lagu Swift yang kini berstatus "mute".
Pilihan Redaksi
- Jadi Penghulu, Adam Sandler Pesan Ini ke Taylor Swift dan Travis Kelce
- Produser Sangka Undangan Nikah Taylor Swift Spam, Istrinya Ngamuk
- Toy Story 5 Masih Terus Tuai Pundi-pundi Box Office, Sentuh Rp14 T
Hal ini mengindikasikan bahwa Taylor Swift mungkin sudah memblokir Donald Trump untuk bisa menggunakan lagunya untuk kemudian hari.
Selain itu, para penggemar menduga akun Team Trump yang selama ini menggunakan lagu Taylor Swift untuk kampanye Trump berpeluang besar untuk dibekukan oleh TikTok karena melanggar aturan copyright.
TikTok memiliki aturan cukup ketat soal copyright. Bila sebuah akun mendapatkan laporan pelanggaran hak cipta dan karyanya harus dihapus, akun itu akan mendapatkan strike dengan batas kedaluwarsa 90 hari.
Batas maksimal pelanggaran untuk hak cipta (copyright) di TikTok adalah tiga kali. Bila sebuah akun terkena 3 strike untuk pelanggaran hak cipta secara berturut-turut dalam batas kedaluwarsa, akun itu bakal kena banned permanen.
Sementara itu, akun Team Trump saat ini hingga 9 Agustus 2026 sudah mendapatkan 10 laporan pelanggaran hak cipta dari Taylor Swift. Namun belum diketahui nasib akun tersebut selanjutnya.
Variety dan Entertainment Weekly sudah menghubungi perwakilan dari Swift dan Gedung Putih terkait kabar tersebut.
Bukan kali ini saja Donald Trump dan timnya berulah menyenggol Taylor Swift, terutama setelah musisi terkaya di dunia tersebut memberikan dukungan kepada lawan Trump pada 2024, Kamala Harris.
Pada 2024, Trump membagikan gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang secara keliru memperlihatkan Swift memberikan dukungan kepadanya selama kampanye tahun 2024. Ia mengaku tidak tahu dari mana gambar tersebut berasal.
"Saya tidak tahu apa-apa tentang gambar-gambar itu selain fakta bahwa orang lain yang membuatnya; bukan saya yang membuatnya," ujar Trump dalam cuplikan wawancara Fox Business. "Ada seseorang yang datang dan berkata, 'Oh, lihat ini.' Semua itu dibuat oleh orang lain."
(end)
[Gambas:Video CNN]