gop-crypto.vip

ORI menyalurkan 50 tangki air bersih di lokasi kekeringan Gunungkidul

ORI menyalurkan 50 tangki air bersih di lokasi kekeringan Gunungkidul

Sabtu, 18 Juli 2026 19:36 WIB

Image Print

Warga sedang mengisikan air bersih ke dalam tangki penampungan dalam kegiatan penyaluran bantuan air bersih Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), di Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Sabtu (18/7). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) menyalurkan bantuan sebanyak 50 tangki air bersih kepada masyarakat di tiga kapanewon di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang terdampak kekeringan pada musim kemarau.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORI Ferri Nuzarli, di Gunungkidul, Sabtu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda sosial organisasi setelah memutuskan keluar dari Partai Buruh.

"Salah satunya membantu penyaluran air bersih di tiga kecamatan di Gunungkidul," katanya.

Menurut Ferri, bantuan air bersih dipilih, karena Gunungkidul merupakan salah satu daerah yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Selain itu, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi.

"Krisis air dapat memunculkan berbagai persoalan baru, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan hidup," ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ORI DIY Irsad Ade Irawan mengatakan distribusi bantuan akan dilakukan selama dua hari di tiga kapanewon, yakni Panggang, Tepus, dan Saptosari.

"Kami akan mendistribusikan 50 tangki air bersih di tiga kecamatan," katanya.

Ia merinci sebanyak 25 tangki air bersih disalurkan ke Kapanewon Panggang, 10 tangki ke Kapanewon Tepus, dan 15 tangki lainnya ke Kapanewon Saptosari.

"Ada ratusan masyarakat di Gunungkidul yang mayoritas merupakan buruh tani dan selama ini berjuang bersama serikat buruh," ujarnya pula.

Menurut Irsad, setiap truk tangki membawa 5.000 liter air sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 250.000 liter.

"Air bersih sebagian besar disalurkan ke tempat penampungan air di balai padukuhan agar mudah diakses masyarakat, dan sebagian lainnya didistribusikan ke masjid," katanya lagi.

Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya memenuhi hak masyarakat atas air bersih yang menjadi bagian dari hak asasi manusia (HAM).

"Survei kami di Gunungkidul menunjukkan bahwa meskipun akses air telah dijamin, di lapangan masih banyak masyarakat yang membutuhkan air bersih," kata dia pula.

Menurut dia, mayoritas warga di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani, buruh, dan nelayan. Selain itu, di sejumlah kawasan layanan Perumda Air Minum (PDAM) telah mengalami gangguan distribusi air selama hampir sepekan.

"Akibatnya, masyarakat di wilayah pinggiran mengalami kesulitan memperoleh air bersih," ujarnya.

Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026